Network

Sasa Raih PMR Award dari BPOM, Perkuat Komitmen Tingkatkan Standar Keamanan Pangan UMKM

×

Sasa Raih PMR Award dari BPOM, Perkuat Komitmen Tingkatkan Standar Keamanan Pangan UMKM

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id – PT Sasa Inti kembali mencatatkan prestasi dengan menerima Program Manajemen Risiko (PMR) Award dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menerapkan standar keamanan pangan yang lebih baik.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026 yang bertepatan dengan peringatan World Food Safety Day 2026. Forum yang mengusung tema “Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing” menjadi ajang evaluasi sekaligus apresiasi terhadap berbagai pihak yang berperan dalam memperkuat sistem keamanan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, PT Sasa Inti dinobatkan sebagai perusahaan pertama yang aktif melakukan pendampingan Izin Penerapan (IP) PMR Bertahap bagi UMKM. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara Sasa, BPOM, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah berjalan sejak 2022.

 

Melalui berbagai program edukasi, seminar, pelatihan, hingga pendampingan teknis, Sasa berupaya membantu pelaku UMKM memahami sekaligus menerapkan standar keamanan pangan sesuai ketentuan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sehingga lebih aman, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti, Ir. H. Snowerdi Sumardi, MM, mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat budaya keamanan pangan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi bersama BPOM, IPB, serta berbagai mitra lainnya menjadi langkah penting agar semakin banyak UMKM mampu memenuhi standar keamanan pangan yang baik. Dengan demikian, industri pangan nasional dapat tumbuh lebih kompetitif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa Program Manajemen Risiko tidak hanya berfokus pada mitigasi risiko, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP).

Ia menilai industri yang memiliki sistem keamanan pangan yang matang adalah industri yang mampu mengidentifikasi dan mencegah potensi risiko secara mandiri sebelum menimbulkan dampak bagi konsumen.

Sebagai perusahaan yang telah hadir lebih dari lima dekade di Indonesia, PT Sasa Inti menyatakan akan terus mengembangkan berbagai program pendampingan bagi UMKM pangan. Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan nasional yang lebih aman, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat global.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan, penguatan kapasitas UMKM di bidang keamanan pangan diyakini akan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di masa mendatang.

Jika diperlukan, saya juga bisa mengubahnya menjadi gaya berita media online yang lebih singkat, tajam, dan SEO-friendly.