SinarHarapan.id-Platform streaming global Netflix untuk pertama kalinya menggelar “Netflix Family Festival 2026: World of Wonder” di Jakarta, Sabtu (11/7). Festival ini menjadi aktivasi keluarga perdana Netflix di Indonesia sekaligus terbesar di kawasan Asia Tenggara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Acara yang berlangsung di Cinema XXI Senayan City ini menghadirkan beragam pengalaman interaktif yang membawa cerita-cerita favorit keluarga ke dunia nyata. Ribuan pengunjung dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menikmati kegiatan seperti KPop Demon Hunters Sing-Along pertama di Asia Tenggara, sesi temu sapa dengan karakter Luffy dan Zoro dari serial One Piece, hingga area bermain Netflix Playground yang menawarkan berbagai gim terbaru.
Konten Anak Dominasi Waktu Menonton Global
Fenomena global KPop Demon Hunters hingga film animasi lokal Jumbo yang dicintai banyak keluarga membuktikan cerita ramah anak dan keluarga terus memenangkan hati penonton Indonesia dari berbagai generasi. Secara global, judul tayangan anak di Netflix menyumbang hampir 22 persen dari total waktu menonton sepanjang 2025, sementara judul ramah keluarga secara konsisten hadir di Global Top 10 setiap minggu selama hampir empat tahun berturut-turut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya menghadirkan tayangan ramah keluarga yang berkualitas seiring meningkatnya konsumsi konten digital oleh anak-anak. “Di tengah upaya Indonesia memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas, inisiatif seperti Netflix Family Festival 2026 berperan penting dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Perkuat Ekosistem Konten Anak Nusantara
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, menyampaikan bahwa menonton bersama kini menjadi salah satu cara keluarga menghabiskan waktu. “Cerita memiliki peran yang semakin besar dalam mempererat hubungan dan memicu percakapan dalam keluarga. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membawa cerita-cerita tersebut ke dunia nyata bagi anak-anak, sekaligus membantu orang tua mengenal berbagai fitur keamanan,” jelasnya.
Komitmen Netflix untuk Indonesia tidak berhenti pada tayangan di layar. Bekerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia dan Badan Perfilman Indonesia, Netflix menyelenggarakan Masterclass “Merajut Cerita dan Visual untuk Film dan Serial Anak” yang mempertemukan 60 kreator Indonesia, baik pemula maupun menengah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Cerita Anak Nusantara yang bertujuan mendukung lahirnya lebih banyak cerita anak dan keluarga karya Indonesia melalui pelatihan langsung dan pendampingan.
Kolaborasi Industri Ciptakan Cerita Bermakna
Dalam diskusi panel “Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga”, berbagai pemimpin industri membahas perkembangan cerita anak dan keluarga. Ketua Umum APROFI Edwin Nazir menyoroti meningkatnya minat para kreator muda dalam mengembangkan genre ini. “Membangun ekosistem yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi jangka panjang dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, peningkatan keterampilan, produksi, hingga distribusi,” tuturnya.
Penulis dan sutradara Ryan Adriandhy, yang sukses dengan Jumbo dan Na Willa, berbagi pandangan bahwa anak-anak menghargai dunia cerita yang dibangun secara mendalam. “Cerita anak dan keluarga terbaik tidak tercipta dengan menyederhanakan segalanya, tetapi justru hidup ketika kita menggambarkan emosi secara jujur. Anak-anak adalah audiens yang peka dan memiliki kesadaran emosional,” ungkapnya.
“Aku Sebelum Aku” Tutup Festival dengan Sentuhan Emosional
Penulis dan sutradara Gina S. Noer akan memulai kolaborasi pertamanya dengan Netflix melalui film Aku Sebelum Aku yang dijadwalkan tayang global pada 16 Juli 2026. Film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena ini mengisahkan perjalanan seorang remaja berprestasi yang mulai menghadapi hubungan rumit dengan sang ayah melalui tugas sekolah tentang sejarah keluarganya.
Gina menekankan pentingnya menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dinamika keluarga Indonesia. “Cerita membentuk cara kita memahami diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Ketika anak-anak dan orang tua melihat kehidupan mereka sendiri tercermin di layar, sebuah cerita dapat menjadi awal dari percakapan yang bermakna,” jelasnya. Penayangan khusus film ini menjadi penutup rangkaian festival yang kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab bersama penonton.
Discovery Zone Edukasi Orang Tua dan Anak
Untuk membantu orang tua lebih percaya diri dalam mendampingi anak menikmati hiburan digital, Discovery Zone menghadirkan berbagai permainan interaktif dan stan edukatif yang memperkenalkan fitur Kids Profiles, klasifikasi usia, serta kontrol orang tua. Netflix juga mengadakan sesi diskusi “In Conversation: Membesarkan Anak di Dunia yang Selalu Terkoneksi” bersama praktisi Montessori Reza Andhika Permana dan psikolog anak Irma Gustiana A.
Melalui festival ini, Netflix berharap semakin banyak keluarga dapat menikmati cerita-cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak, serta membawa orang tua dan anak semakin dekat.


