Gaya Hidup

Bukan Sekadar Horor: “Cek Khodam” Angkat Ironi Manusia Modern yang Lebih Takut Tagihan

×

Bukan Sekadar Horor: “Cek Khodam” Angkat Ironi Manusia Modern yang Lebih Takut Tagihan

Sebarkan artikel ini
Debut Jirayut di Layar Lebar, "Cek Khodam" Hadirkan Teror dari Dunia Nyata.(Doc)
Debut Jirayut di Layar Lebar, "Cek Khodam" Hadirkan Teror dari Dunia Nyata.(Doc)

SinarHarapan.id-Industri perfilman Indonesia kembali disegarkan dengan kehadiran warna baru dalam genre horor komedi. Film “Cek Khodam” resmi menggelar press screening dan gala premiere di ibu kota, Kamis malam, menghadirkan premis yang tak lazim: ketakutan manusia modern justru bergeser dari sosok gaib ke persoalan hidup sehari-hari yang lebih nyata.

Berbeda dengan film horor komedi pada umumnya yang mengandalkan penampakan hantu sebagai sumber teror utama, karya terbaru ini mengangkat kegelisahan kontemporer yang lebih dekat dengan keseharian penonton. “Cek Khodam” hadir dengan gagasan segar bahwa manusia masa kini lebih merinding memikirkan cicilan rumah, dompet yang menipis, dan ancaman tanggal tua dibandingkan ketakutan akan makhluk halus.

Premis unik inilah yang menjadi kekuatan utama film ini. Sutradara berhasil membangun cerita dari situasi sederhana namun sarat makna, yang terasa amat relevan dengan kondisi masyarakat urban saat ini. Ketika manusia mulai lebih fobia pada tekanan ekonomi dan sosial, dunia khodam justru dilanda kepanikan karena eksistensi gaib tak lagi dianggap sebagai momok paling menakutkan. Ironi ini menjadi benang merah yang menghubungkan setiap adegan dengan apik.

Film ini juga menandai babak baru dalam karier Jirayut yang untuk pertama kalinya tampil sebagai pemeran utama di layar lebar. Kehadiran penyanyi asal Thailand tersebut membawa energi segar yang memberi dinamika berbeda dalam perfilman horor komedi tanah air. Tak ketinggalan, Saputra Kori juga mencatatkan debutnya di genre ini, hadir dengan karakter yang turut memperkuat alur cerita sekaligus menyuntikkan komedi khas yang mengocok perut penonton.

Kekuatan komedi dalam film ini semakin terasa berkat deretan komedian papan atas yang terlibat. Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar tampil spontan dengan sentuhan humor ringan yang mengalir natural. Interaksi antarpemain mampu membuat unsur horor terasa lebih cair, tanpa menghilangkan daya tarik mistis yang menjadi ciri khas genre ini. Kehadiran mereka seakan menjadi penyeimbang sempurna antara ketegangan dan tawa.

Selain nama-nama tersebut, film ini diperkuat oleh jajaran pemain berbakat lainnya, termasuk Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia. Keragaman karakter yang dimainkan para aktor ini menciptakan mozaik cerita yang kaya dan menghibur.

Perpaduan antara cerita mistis, komedi keseharian, dan deretan pemain yang beragam menjadikan “Cek Khodam” sebagai tontonan yang terasa dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menawarkan paket lengkap: tawa yang menggelitik, rasa penasaran yang menggantung, serta situasi horor yang dikemas dengan pendekatan ringan namun tetap berkesan.

Dijadwalkan tayang serentak di bioskop tanah air mulai 16 Juli 2026, film ini mengajak penonton untuk menyaksikan bagaimana dunia khodam ikut terkejut saat manusia ternyata lebih takut pada himpitan hidup dibandingkan hantu. Sebuah refleksi menarik tentang prioritas ketakutan di era modern yang dikemas dalam balutan hiburan yang menghibur dan menggugah.