Perjanjian strategis ini diteken di Jakarta oleh Direktur Utama Binawan, Said Saleh Alwaini, dan Vice President Bank Mandiri, Vina Dahliadewi Adityaputri. Bank Mandiri bertindak sebagai Bank Pelaksana KUR PMI yang ditunjuk langsung pemerintah guna memperluas akses pembiayaan bagi talenta nasional yang ingin bekerja di luar negeri.
Melalui skema ini, peserta program pelatihan dan penempatan Binawan dapat mengakses fasilitas pembiayaan hingga Rp100 juta. Angka ini diharapkan mampu menutup seluruh kebutuhan persiapan keberangkatan, mulai dari biaya pelatihan, sertifikasi, dokumen administrasi, hingga proses pemberangkatan.
Baca juga : Mengukir Karier di Benua Biru: Program Binawan Lepas 36 Perawat Andal
“Kami berharap semakin banyak talenta Indonesia dapat mengakses pelatihan dan penempatan sebagai Skilled Worker di Jepang tanpa terkendala biaya,” ujar Said Saleh Alwaini dalam keterangan resminya.
Langkah ini bukan sekadar memudahkan akses finansial. Kehadiran skema pembiayaan melalui perbankan resmi menjadi benteng perlindungan bagi calon PMI dari jeratan rentenir dan praktik percaloan yang selama ini kerap membebani pekerja migran dengan bunga tinggi dan risiko penempatan ilegal. Dengan demikian, proses keberangkatan menjadi lebih aman, transparan, dan sesuai regulasi pemerintah.
Binawan, perusahaan pionir pengembangan talenta yang berdiri sejak 1976, telah mencatatkan lebih dari 132.000 penempatan tenaga kerja internasional. Kini, dengan sinergi bersama Bank Mandiri, ekosistem pengembangan talenta yang mencakup pendidikan, pelatihan berbasis kompetensi, hingga akses karir global itu semakin lengkap.
Ke depan, Binawan berharap skema pembiayaan ini dapat diperluas untuk mendukung penempatan ke negara-negara lain seperti Jerman, Austria, Australia, dan kawasan Timur Tengah. Impian berkarier di luar negeri bagi talenta Indonesia pun tak lagi kandas di tengah jalan karena biaya.