SinarHarapan.id-Merek kendaraan listrik asal China, Leapmotor, resmi menginjakkan kaki di Indonesia. Debut perdana mereka terjadi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Tak tanggung-tanggung, pabrikan yang berdiri sejak 2015 itu langsung meluncurkan dua model sekaligus. Keduanya adalah Leapmotor B10 dan Leapmotor C10, yang keduanya mengusung segmen SUV.
Kehadiran ini menambah panjang daftar merek China yang meramaikan pasar otomotif nasional. Langkah ini sekaligus menandai babak baru ekspansi global Leapmotor di Asia Tenggara.
Indonesia dipilih sebagai salah satu pasar prioritas karena pertumbuhan kendaraan listriknya yang pesat. Data Gaikindo mencatat, penjualan BEV mencapai 57.087 unit pada Januari-Mei 2026 .
Angka itu melonjak 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bahkan menyebut penjualan semester I-2026 tembus 117 ribu unit.
Artinya, satu dari empat mobil penumpang yang terjual saat ini adalah kendaraan elektrifikasi. Melihat peluang itu, Leapmotor dan mitranya, Stellantis, bergerak cepat .
Bersama PT Indomobil National Distributor, mereka memulai investasi jangka panjang di Indonesia. Langkah strategis pertama adalah memproduksi kendaraan secara lokal di Purwakarta, Jawa Barat.
Fasilitas seluas 158.000 meter persegi itu mampu memproduksi 10.000 unit per tahun. Kapasitas itu pun rencananya akan ditingkatkan hingga 34.000 unit di masa depan.
Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menegaskan komitmen mereka terhadap Indonesia. “Indonesia merupakan salah satu pasar paling strategis bagi Stellantis di Asia Tenggara,” ujarnya.
Ia menambahkan, produksi lokal ini adalah bukti komitmen untuk tumbuh bersama Indonesia .
CEO Leapmotor International, Tianshu Xin, menyebut Indonesia membuka babak baru perjalanan global perusahaannya. Kemitraan ini merupakan kelanjutan kolaborasi strategis Leapmotor dengan Stellantis sejak 2023 .
Leapmotor sendiri dikenal sebagai produsen dengan tingkat integrasi teknologi yang tinggi. Lebih dari 65 persen komponen utama kendaraan mereka dikembangkan sendiri .
Mulai dari sistem penggerak listrik, baterai, hingga kokpit digital, semuanya buatan pabrikan asal Zhejiang itu. Pendekatan ini memungkinkan mereka mengontrol kualitas dan efisiensi biaya.

Kedua model yang diluncurkan pun dibekali teknologi canggih untuk pasar Indonesia. Leapmotor C10 mengusung konsep Human-Centric Tech yang menggabungkan sasis Eropa dari Stellantis .
Kabinnya diklaim senyap berkat 40 paket peredam suara dan kaca depan double-layer. Mobil ini juga mengantongi sertifikasi keselamatan bintang lima dari Euro NCAP .
Fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 juga menjadi andalan keselamatan berkendara. Untuk model B10, SUV listrik ringkas ini diposisikan untuk lima penumpang dengan harga lebih terjangkau.
Sementara C10 menawarkan dimensi lebih besar dengan nuansa premium bagi keluarga modern. Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, menjelaskan kehadiran mereka membawa standar baru.
“Leapmotor C10 di Indonesia bukan sekadar menambah pilihan,” ujar Samuel dalam peluncuran. Ia menambahkan, mobil ini menghadirkan standar baru mobilitas bagi keluarga modern.

Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif untuk bersaing di pasar domestik. Untuk harga On The Road (OTR) Jakarta, Leapmotor B10 dibanderol Rp499 juta .
Sedangkan saudaranya, Leapmotor C10, dijual dengan harga Rp618 juta. Namun, khusus selama gelaran GIIAS 2026, ada harga spesial untuk 500 pembeli pertama.
B10 bisa didapat dengan harga Rp449 juta, sedangkan C10 menjadi Rp598 juta. Program purna jual juga disiapkan untuk menarik minat konsumen Tanah Air.
Kedua model mendapatkan garansi kendaraan 4 tahun atau 100.000 kilometer. Layanan servis berkala dan suku cadang gratis diberikan selama 4 tahun atau 60.000 km .
Garansi baterai untuk B10 adalah 8 tahun atau 150.000 km, sedangkan C10 8 tahun atau 160.000 km. Dealer pertama Leapmotor di Indonesia sudah dibuka sejak pertengahan Juli di Pantai Indah Kapuk (PIK).
Stellantis pun menargetkan pembangunan 52 outlet Brand House terintegrasi hingga akhir 2026. Konsep ini akan menghadirkan Citroën, Jeep, dan Leapmotor dalam satu ekosistem. Langkah agresif ini menunjukkan keseriusan pemain anyar di pasar otomotif nasional.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyatakan kepercayaan diri mereka. “Kami bangga dapat dipercaya untuk menghadirkan Leapmotor kepada konsumen Indonesia,” katanya.
Didukung jaringan nasional Indomobil, mereka optimistis Leapmotor akan berkembang bersama pasar Indonesia.
Di tengah dominasi pabrikan China dan perlambatan penjualan hybrid, kehadiran Leapmotor menambah semarak.
Pasar kendaraan listrik di Indonesia memang sedang berada di fase pertumbuhan yang menggembirakan. Kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap total pasar otomotif nasional sudah mencapai 26 persen.
Transformasi menuju kendaraan rendah emisi di Indonesia berjalan lebih cepat dari perkiraan. Dengan strategi produksi lokal dan teknologi mandiri, Leapmotor siap menjadi pesaing baru.
Sejarah panjang penguasaan teknologi internal mereka mulai terbayar di pasar global.Dari Hangzhou ke Purwakarta, kisah ekspansi Leapmotor di Indonesia baru saja dimulai.
