SinarHarapan.id-Dentuman musik dari panggung utama Pestapora menggema keras. Ribuan penonton berjoget, tertawa, dan bernyanyi tanpa beban. Namun di sudut lain, empat anak muda sedang merancang aksi nekat.
Mereka bukan pengunjung biasa. Ijal, Adut, Melodi, dan teman-temannya datang dengan misi berbeda: mencuri dompet di tengah hiruk-pikuk konser. Pilihan itu lahir dari himpitan ekonomi yang tak memberi jalan.
Film terbaru Imajinari, “Operasi Pesta Copet”, mengangkat kisah komedi persahabatan yang lucu sekaligus haru. Debut penyutradaraan Edy Khemod ini tayang di seluruh bioskop mulai 27 Agustus mendatang.
Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan Fauzan Lubis. Film ini menggambarkan realita anak muda di pinggiran Jakarta yang berjuang bertahan hidup.
Ernest Prakasa selaku produser mengatakan film ini menghadirkan komedi berbeda. “Dengan komedi yang sangat dekat dan membumi, drama yang relevan, kami berharap bisa menghibur di tengah situasi serba sulit,” ujarnya.
Edy Khemod memilih pendekatan empati, bukan penghakiman. Ia pernah merasakan posisi seperti karakter Ijal sehingga memahami dilema mereka.
“Kami tak ingin sekadar menghakimi, tapi mengajak penonton menaruh empati dan merasakan apa yang mereka alami,” ungkap Khemod.
Iqbaal Ramadhan mengaku karakternya mencerminkan ketidakadilan di Indonesia. Ijal anak muda pintar namun lahir dari kelompok marginal yang terpinggirkan sistem.
“Yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dengan privilese,” kata Iqbaal.
Kawai Labiba mengaku ini pengalaman paling nekat dalam kariernya. Syuting di tengah kerumunan Pestapora sambil melakukan aksi pencopetan menjadi tantangan tersendiri.
Kristo Immanuel memerankan Adut, sosok go with the flow yang selalu mengikuti ajakan Ijal. Dinamika bromance antara keduanya menjadi daya tarik tersendiri.
Imajinari yang dikenal dengan DNA komedi kali ini mengeksplorasi genre baru. Awwe menjadi konsultan komedi untuk menjaga elemen humor tetap kuat.
Film ini memulai roadshow di 11 kota mulai 22 hingga 31 Agustus. Para pemeran dan sineas akan hadir di Malang, Surabaya, hingga Bekasi.
“Operasi Pesta Copet” mengajak penonton melihat sisi lain festival musik. Di balik euforia, ada kisah anak muda yang berjuang demi kehidupan lebih layak.



