SinarHarapan.id-Ribuan dokter spesialis kulit memadati ruang sidang PIT XXI PERDOSKI di Yogyakarta. Di tengah hiruk-pikuk konferensi terbesar dermatologi se-Indonesia itu, Dove Hairfall Control meluncurkan senjata anyar. Namanya “Dove Scalp + Hair AI Analysis”, platform berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi dini rambut rontok.
Peluncuran ini bertepatan dengan “Hair Loss Awareness Month” setiap Agustus. Dove menggandeng PERDOSKI Cabang Jakarta menghadirkan terobosan personal. Bukan sekadar alat diagnosis, platform ini menjawab kebutuhan perawatan yang selama ini disamaratakan. Pendekatan baru: perawatan rambut rontok dimulai dari kulit kepala yang sehat.
Dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV tampil sebagai pembicara kunci. Ia membawa sesi ilmiah bertajuk “Advancing Hair Loss and Scalp Health Screening”. “Delapan puluh persen rambut rontok berasal dari kulit kepala,” tegasnya. Banyak orang hanya fokus pada batang rambut, padahal akar masalahnya ada di kulit kepala.
Setiap orang memiliki karakteristik kulit kepala berbeda, jelas dr. Sofiah. “Penanganan tidak bisa disamaratakan,” lanjutnya. Skrining dini menjadi langkah penting memahami penyebab kerontokan. Platform AI ini dirancang untuk membantu masyarakat memilih perawatan paling sesuai. Tujuannya mencegah kondisi menjadi semakin parah sejak awal.
Baca juga :CLEAR Bersama PERDOSKI Kenalkan Teknologi Perkuat Lapisan Pelindung Kulit Kepala
Platform “Dove Scalp + Hair AI Analysis” dapat diakses siapa pun secara gratis. Cukup unggah foto close-up kulit kepala dan jawab beberapa pertanyaan. Sistem AI yang divalidasi dermatolog langsung menganalisis kondisi rambut. Hasilnya: laporan instan status kesehatan kulit kepala hingga rekomendasi produk personal. Semua berdasarkan kebutuhan spesifik masing-masing pengguna.
Matthew Seal, M.Sc., Kepala R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, memaparkan inovasi di balik layar. “Dengan konsep ‘From Scalp to Strands’, Dove bekerja dari kulit kepala hingga batang rambut,” ujarnya. Teknologi Dynazinc™ Complex+ dikembangkan selama sepuluh tahun. Hasil klinis: mengurangi rambut rontok dan mendukung pertumbuhan rambut baru hingga 2.700 helai dalam empat minggu.
Dove menghadirkan empat varian perawatan yang dipersonalisasi untuk kebutuhan berbeda. Biotin untuk kulit kepala normal hingga kering. Micellar untuk kulit kepala berminyak. Niacinamide untuk kulit kepala rentan berketombe. Hyaluron untuk kulit kepala sensitif. Semua diperkaya Ceramide yang memperkuat lapisan pelindung kulit kepala.
Di PIT XXI PERDOSKI, Dove juga membuktikan kredibilitas di mata para ahli. Sebanyak 85 persen dermatolog setuju rangkaian perawatan ini efektif mengatasi rambut rontok dari kulit kepala. Angka ini memperkuat posisi Dove sebagai pemimpin paradigma baru perawatan rambut. Pendekatan berbasis sains dan teknologi kini menjadi standar baru industri.
Dalam waktu dekat, Dove akan berkolaborasi dengan Watsons sebagai official retailer partner. Edukasi tentang penanganan rambut rontok yang tepat akan disebarluaskan di gerai-gerai Watsons. Sosialisasi cara mengakses platform AI juga tersedia di sana. Update dapat diikuti di akun Instagram @dove.indonesia dan @watsonsindo.
“Kehadiran platform ini menjadi upaya kami menghadirkan solusi personal, mudah diakses, dan berdasar bukti ilmiah,” tutup Matthew. Dove ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap rambut rontok. Langkah perawatan yang lebih tepat, lebih dini, dan berbasis sains untuk rambut kuat dan sehat. Dari Yogyakarta, revolusi perawatan rambut Indonesia dimulai.


