Gaya Hidup

OREO Berbagi Seru di Bumi Sriwijaya, 625 Anak Sumsel Belajar Sambil Bermain

×

OREO Berbagi Seru di Bumi Sriwijaya, 625 Anak Sumsel Belajar Sambil Bermain

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Langit pagi di SDN 1 Indralaya Selatan terasa berbeda. Ratusan anak berlarian menyambut kotak-kotak berwarna biru khas OREO. Senyum merekah, tawa menggema. Hari itu, OREO resmi menggulirkan program “OREO Berbagi Seru” di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian tujuh provinsi yang disambangi sepanjang 2026. OREO menggandeng Indonesia Mengajar untuk menciptakan pengalaman belajar menyenangkan. Total 625 siswa SD di Ogan Ilir menjadi penerima manfaat. Mereka adalah generasi penerus yang dipersiapkan menjadi lebih cerdas dan kompetitif.

Muslih Hidayat, Pengawas Kabupaten Ogan Ilir, mewakili Kepala Disdikbud menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami sebagai pendidik berperan sebagai ujung tombak,” ujarnya. Program ini mampu meng-upgrade kemampuan para guru di kelas. Dengan suasana nyaman, anak-anak lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan.

Menurut Muslih, akses terhadap sarana belajar memadai menjadi kunci utama kesetaraan pendidikan. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai mampu menghadirkan dampak nyata. “Semoga inisiatif ini dapat membuktikan bahwa gotong royong menghasilkan perubahan inklusif,” lanjutnya. Pembelajaran di kelas pun menjadi pengalaman berkesan.

Baca juga :OREO Gunakan Keuntungan Biskuit untuk Dongkrak Kualitas Belajar di Purworejo

Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, menjelaskan komitmen perusahaannya. “OREO meyakini pembelajaran menyenangkan memberikan pengalaman lebih bermakna,” jelasnya. Program ini telah berjalan sejak 2024 dengan fokus pemberdayaan orang tua dan guru. Tahun ini, targetnya menjangkau 7.000 siswa di seluruh Indonesia.

Sebanyak 270 alat belajar seru didistribusikan di Ogan Ilir. Peralatan ini mencakup Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris. Semua telah disesuaikan dengan kurikulum nasional yang berlaku. Pendekatan belajar sambil bermain menjadi cara baru yang disukai anak-anak. Suasana kelas pun berubah dari tegang menjadi penuh keceriaan.

Pelatihan edukasi seru digelar selama 19 hingga 22 Agustus 2026. Sebanyak 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas turut berpartisipasi aktif. Para guru diperkenalkan filosofi belajar seru dan simulasi penerapannya. Orang tua mendapat wawasan aktivitas interaktif di rumah. Komunitas didorong menciptakan ekosistem belajar berkelanjutan.

Ai Resnawati, Kepala Sekolah SDN 1 Indralaya Selatan, merasakan dampak positifnya. “Anak-anak jadi lebih aktif bertanya dan menguasai materi,” ungkapnya. Ia pun termotivasi mengeksplorasi cara kreatif menghidupkan suasana kelas. Metode ini membangun rasa percaya diri siswa secara nyata. Belajar tak lagi terasa sebagai beban yang menakutkan.

Erni Yusnita, perwakilan orang tua siswa, mengaku terbantu oleh program ini. “Belajar di rumah jadi rutinitas menantang bagi saya dan anak,” tuturnya. Program membuka mata bahwa belajar bisa dikemas lewat permainan sederhana. Saat anak senang, orang tua pun lebih semangat mengajarkan. Kini, momen belajar menjadi waktu yang selalu dinantikan bersama.

“Kami harap keseruan ini memperkuat semangat bersama,” tutup Anggya. Generasi SERU—Solutif, Eksploratif, Responsif, Unggul—menjadi target besar yang ingin dicapai. Dari Ogan Ilir, semangat baru pendidikan Indonesia mulai menyala. Kesenangan dalam belajar adalah hak setiap anak bangsa. OREO membuktikan, berbagi bisa dimulai dari hal sederhana.