SinarHarapan.id- Kerinduan terhadap kampung halaman tak harus diwujudkan dengan perjalanan pulang. Tanabambu menghadirkan Pesta Rakjat Banyumas di kawasan Jabodetabek sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat Banyumas Raya. Acara ini sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner dan budaya Banyumasan kepada khalayak luas.
Mengusung tagline “Guyub Rukun Sesarengan”, Pesta Rakjat Banyumas berlangsung mulai 1 Agustus 2026 di Tanabambu, Jalan Letda Nasir 36A, Nagrak, Gunung Putri, Bogor. Seluruh rangkaian acara dapat dinikmati masyarakat secara gratis, termasuk akses masuk ke area Kampung Jawa. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek mulai Rp10.000 untuk menikmati sajian khas.

Beragam kuliner khas Banyumasan hadir dalam festival ini, mulai dari sroto, mendoan, dawet, getuk, pecel, hingga serabi. Pada hari kerja, pengunjung tetap bisa menikmati dawet, getuk, dan serabi. Sementara setiap akhir pekan, suasana semakin meriah dengan bazar UMKM Banyumasan yang melibatkan 10–15 tenant dari masyarakat perantau.

Hani Wijaya, Owner Tanabambu, mengungkapkan kunci sukses tempatnya hingga kini adalah kegiatan seni tematik yang terus diperbarui. “Menu kuliner kedaerahan yang berganti secara bergilir menjadi daya tarik utama,” ujarnya. Tanabambu yang memiliki luas 700 hektare ini dilengkapi 10 gubuk khas daerah Jawa.
Setiap akhir pekan, pengunjung dapat menikmati pertunjukan Calung, Ebeg Banyumasan, sendratari, hingga keroncongan. Komunitas seni, paguyuban, dan sanggar dari Jabodetabek turut memeriahkan rangkaian acara. Setiap Sabtu juga diisi gelar budaya dan berbagai perlombaan, mulai dari lomba seni tradisional hingga lomba makan mendoan.
![]()
Puncak rangkaian Pesta Rakjat Banyumas berlangsung pada 29 Agustus 2026 dalam acara penutupan. Perayaan ini menjadi momen bersama seluruh pengunjung, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat yang terlibat. Antusiasme tinggi terlihat dari target kunjungan 15.000–20.000 orang selama sebulan penuh.
Tanabambu menargetkan setiap akhir pekan dapat dikunjungi 3.000–4.000 orang. Rangkaian kegiatan yang terus berganti memberikan pengalaman Banyumasan yang berbeda setiap kunjungannya. Tingginya minat pengunjung mendorong Tanabambu memperpanjang suasana Banyumasan hingga 30 September 2026 mendatang.
![]()
Perpanjangan dilakukan setelah pengunjung masih mencari dan menanyakan berbagai kuliner serta aktivitas Banyumasan. Dekorasi dan atmosfer khas Banyumasan di Tanabambu akan tetap dipertahankan selama periode perpanjangan. Masyarakat masih bisa menikmati suasana Kampung Jawa dengan sentuhan Banyumasan hingga akhir September.
Bersamaan dengan Pesta Rakjat Banyumas, Dawet Tanabambu resmi membuka gerai pertama di Lippo Icon Cibubur pada 27 Agustus 2026. Langkah ini membawa cita rasa khas Tanabambu ke ruang lebih dekat dengan masyarakat urban. Gerai ini menjadi representasi kuliner tradisional dalam suasana modern yang tetap mempertahankan karakter aslinya.
![]()
“Pesta Rakjat Banyumas kami hadirkan bukan sekadar event, tetapi ruang menghadirkan rasa kampung halaman,” ujar Jeje, perwakilan Tanabambu. Tanabambu berharap kegiatan ini memperkenalkan kebudayaan daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas. Ke depan, Tanabambu terbuka menghadirkan tema budaya dari daerah lain di Indonesia secara berkelanjutan.


