Kunjungan Anggota Dewan Provinsi Jawa Tengah, Supervisi Rehabilitasi Daerah Irigasi Pemali
Sebarkan artikel ini
Andiniya tengah memperjuangkan pembangunan Bendung Klikiran agar bisa segera terealisasi untuk irigasi
Andiniya Komalla KP, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi D dari Fraksi Golkar bersama para petani di Brebes
SinarHarapan.id- Wajah penuh bahagia dan optimisme terlihat di wajah Andiniya Komalla KP, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi D dari Fraksi Golkar. Hal itu terlihat saat Andiniya hadir dalam kegiatan, Kunjungan Anggota Dewan Provinsi Jawa Tengah, Supervisi Rehabilitasi Daerah Irigasi Pemali pada (23/9) lalu di desa Buaran, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.
Kehadiran Andiniya disambut hangat oleh puluhan petani yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), Se-kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Masyarakat antusias untuk bersama – sama mengawal Rehabilitasi Daerah Irigasi Pemali, utamanya Bendung Klikiran persoalan yang selama ini mengganggu kegiatan pertanian di Kabupaten Brebes.
“Saya senang karena sudah sampai sejauh ini. Rehabilitasi dan supervisi daerah irigasi Pemali Bendung Klikiran yang mengairi sawah seluas 2500 hektar tidak lama lagi akan rampung, ” tutur Andiniya Komala di hadapan puluhan petani Kecamatan Brebes.
Andiniya duduk bareng bersama para petani yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), Se-kecamatan Brebes, Kabupaten BBrebe.
Andiniya menambahkan kenapa persoalan Bendung Klikiran baru terealisasi pada tahun 2026 padahal sudah diperjuangkan sejak 2023.
“Ada perlu dipetakan faktor skala prioritas berdasarkan urgensi terkait kebutuhan masyarakat dan cerminan rpjmd kab dan prov, supaya kita lebih smart spending dan terstruktur (dalam hal anggaran)” papar Andiniya.
Andiniya dalam memperjuangkan pembangunan Bendung Klikiran tidak main – main. Bener – bener dicairkan anggaran agar Bendung Klikiran bisa segera terealisasi.
Usai melayani beberapa pertanyaan wartawan Andiniya menerima potongan tumpeng yang diserahkan oleh Ketua Gapoktan Kecamatan Brebes. Selanjutnya Andiniya mendengar keluhan petani dari empat Kecamatan, Kecamatan Brebes, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Bulakamba dan Kecamatan Songgom.
“Jadi mereka menghadapi banyak masalah di antaranya pertanian yang dekat laut mengalami abrasi laut, ada juga jalan yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian kurang memadai dan minta dilakukan pengerasan makadam, ada juga tanggul yang jebol. Semua aspirasi ini kita tampung untuk ditindaklanjuti, ” janji Andiniya.
Andiniya bertekad karena sebagian besar pemilihnya adalah para petani dan sektor pertanian ini menjadi penghasilan utama masyarakat Brebes, maka akan serius menangani masalah pertanian.