SinarHarapan.id-Industri percetakan Indonesia tak lagi bicara mesin tua dan tinta basah. Pada 2026, sektor ini mencatat pertumbuhan stabil sekitar 3,39 persen dengan pertumbuhan kumulatif menembus 11,42 persen. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan denyut nadi transformasi.
Sektor kemasan dan label melonjak hingga 20 persen, sementara textile printing tumbuh sekitar 15 persen. Keduanya didorong penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM yang kian agresif. Tren bergeser dari cetak massal menuju percetakan digital dan personal.
Pasar percetakan Indonesia diperkirakan bernilai USD 216 juta pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 288 juta pada 2032. Pertumbuhan tahunan majemuk 5,7 persen menjadi sinyal kuat. Indonesia juga menempati pasar percetakan terbesar kedelapan di Asia dengan permintaan USD 2,7 miliar.
ALLPrint dan Ekosistem yang Tak Terpisahkan
Krista Exhibitions menjawab geliat itu dengan ALLPrint Indonesia 2026. Pameran internasional ini berlangsung 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara akan hadir, termasuk 20 UMKM lokal.
Sejarah mencatat, Krista Exhibitions berdiri sejak 1994 dan pameran pertamanya digelar 1995 dengan nama PrintPaperPackaging. Pada 2000, nama itu berubah menjadi All Print dan All Pack. ALLPrint 2025 lalu menjadi penyelenggaraan ke-26.
Pameran ini digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia. Kolaborasi tersebut memperluas ekosistem industri percetakan, grafika, advertising, signage, hingga packaging. Pelaku usaha bertemu beragam teknologi dan solusi.
Selama empat hari, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung. Mereka datang bukan hanya untuk melihat mesin, tetapi memahami arah industri. Mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, hingga tinta dan media cetak.

Perbandingan dengan Tahun-Tahun Sebelumnya
Perjalanan ALLPrint menunjukkan grafik yang menarik. Pada 2022, pameran ini digelar sebagai penyelenggaraan ke-23. Pada 2023, ALLPack dan ALLPrint digabung menghubungkan lebih dari 1.100 perusahaan dari 19 negara, dengan 200 UMKM terlibat.
Pada 2024, gelaran gabungan itu melonjak 25 persen. Sebanyak 1.500 perusahaan dari 30 negara berpartisipasi dan menargetkan 50.000 pengunjung. Angka itu menegaskan kepercayaan global terhadap pasar Indonesia yang terus tumbuh.
Puncaknya pada 2025, ALLPrint digelar terpisah dari ALLPack. Sebanyak 500 perusahaan dari 20 negara hadir. Pameran ke-26 itu menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perayaan 31 tahun Krista Exhibitions.
Tahun 2026, ALLPrint hadir dengan 400 peserta dari lebih dari 10 negara. Meski jumlah negara sedikit berkurang dibanding 2025, komposisi peserta justru lebih terkurasi. Fokusnya bukan sekadar jumlah, melainkan kualitas solusi dan relevansi teknologi.

Kemasan dan Karton: Mesin Pertumbuhan Baru
Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen PDB Indonesia. Program pangan nasional mencapai sekitar 190 juta porsi makanan per hari. Keduanya mendorong permintaan kemasan makanan dan minuman yang tak pernah surut.
Nilai produksi industri kemasan nasional naik dari Rp87,6 triliun pada 2022 menjadi Rp93,2 triliun pada 2023. Angka itu diprediksi tumbuh hingga Rp105 triliun pada akhir 2025. Karton box dan label menjadi tulang punggung permintaan tersebut.
Digital Printing: Lompatan yang Tak Terbendung
Pasar digital printing Indonesia diproyeksikan tumbuh 10,4 persen per tahun. Impor digital graphic printing naik 12,77 persen dari 2023 ke 2024. CAGR periode 2020–2024 mencapai 10,74 persen.
Teknologi digital dye-sublimation memungkinkan penyedia jasa cetak tumbuh hingga delapan kali lebih cepat dibanding sablon konvensional. Data Epson-IDC menunjukkan jumlah unit mesin cetak tekstil digital melonjak dari 500 unit pada 2017 menjadi lebih dari 3.000 unit pada akhir 2025.
Print on Demand dan Ekonomi Kreatif UMKM
Pasar print on demand Indonesia bernilai USD 0,9 miliar. E-commerce dan produk personalisasi menjadi pendorong utamanya. Jakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi pusat pertumbuhan karena ekosistem digital dan kewirausahaan yang hidup.
Sektor ekonomi kreatif menyerap 27,5 juta tenaga kerja dan kontribusi ekspornya tumbuh sekitar 50 persen. Printing dan grafika menjadi pendukung utama produksi ekonomi kreatif jutaan UMKM. Tanpa kemasan dan label, produk UMKM tak bisa menembus pasar modern.
Baca juga :ALLPrint Indonesia 2025 Digelar, 500 Perusahaan Cetak Siap Pamer Teknologi Baru
Keunggulan dan Manfaat Pameran bagi Semua Pihak
ALLPrint Indonesia 2026 adalah platform B2B yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, dan pengguna teknologi. Pengunjung dapat membandingkan mesin, berdiskusi dengan ahli, dan memahami solusi sesuai kebutuhan produksi. Keputusan investasi menjadi lebih terukur.
Bagi perusahaan yang mengembangkan kapasitas produksi, pameran ini menjadi ruang referensi sebelum berinvestasi. Demonstrasi mesin dan produk memberi gambaran nyata. Pelaku usaha dapat menyesuaikan teknologi dengan skala dan anggaran mereka.
Pameran ini juga membuka peluang bagi teknologi global untuk masuk ke Indonesia. Sebaliknya, konsep yang dikembangkan di Indonesia berpotensi menjangkau pasar lebih luas. Pertukaran pengetahuan berjalan dua arah, bukan satu arah.
Agenda Edukasi dan Forum Industri
Seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” membahas arah industri tekstil digital. Seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” mengangkat otomatisasi karton untuk produksi efisien. Keduanya relevan bagi pelaku usaha.
Eduprint Talkshow membahas sertifikasi halal dan kemasan, isu yang kian penting bagi industri makanan dan minuman. Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) juga digelar. Regulasi dan kepatuhan menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan.
Percetakan sebagai Wajah Ekonomi Kreatif
Dunia grafika berperan strategis dalam berbagai sektor ekonomi. Dari kemasan produk hingga promosi pariwisata, grafika adalah wajah dari hampir semua produk. Ekonomi kreatif bertahan karena aktivitas produksinya bersumber dari percetakan dan grafika.
ALLPrint Indonesia 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor terkait. Teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna bertemu dalam satu ekosistem. Koneksi bisnis terbangun, peluang baru terbuka.
Registrasi kunjungan dapat dilakukan melalui tautan resmi Krista Exhibitions : https://staging.kristaonline1.com/visitor/allprintindonesia. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan langsung perkembangan terbaru teknologi dan solusi industri percetakan. ALLPrint Indonesia 2026 menanti di JIExpo Kemayoran, Jakarta.




