Nasional

60.000 Meter Persegi, 1.100 Peserta, 16 Negara: KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Magnet Industri F&B Dunia

×

60.000 Meter Persegi, 1.100 Peserta, 16 Negara: KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Magnet Industri F&B Dunia

Sebarkan artikel ini
KRISTAInterFOOD 2026: Panggung 1.100 Chef hingga Gelato World Tour di NICE PIK 2.(Doc : Red)
KRISTAInterFOOD 2026: Panggung 1.100 Chef hingga Gelato World Tour di NICE PIK 2.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 kembali bergeliat. KRISTAInterFOOD 2026 resmi dibuka Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji, Rabu pagi. Pameran dagang internasional industri makanan dan minuman edisi ke-27 ini menjadi ajang pertemuan bisnis produsen, distributor, importir, dan profesional F&B lintas negara.

Mengusung tema “Our Legacy – Grown Here, Trusted Worldwide,” Krista Exhibitions Group menegaskan komitmennya tumbuh dari Indonesia dan memperluas kiprah di pasar internasional. InterFOOD sendiri telah menjadi bagian perjalanan grup ini sejak tahun 2000 dan terus berkembang menjadi salah satu pameran perdagangan F&B terkemuka di kawasan.

Pameran menempati area seluas 60.000 meter persegi terbagi dalam 11 hall di tiga gedung utama, yakni Building A, B, dan C. Berlangsung hingga 7 November 2026, KRISTAInterFOOD 2026 menghadirkan sekitar 1.100 peserta, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara, dengan partisipasi Paviliun Thailand, Amerika Serikat, dan China.

Dalam sambutannya, Menteri Sarmuji menekankan bahwa urusan pangan adalah urusan krusial bagi sebuah negara. Menurutnya, ketersediaan pangan berkualitas menjadi salah satu prasyarat utama stabilitas nasional. Ia bahkan menyebut bahwa tanpa pangan yang cukup, berbagai persoalan sosial berpotensi muncul di tengah masyarakat.

KRISTAInterFOOD 2026 Resmi Dibuka, Menteri Perindustrian Soroti Pangan sebagai Pilar Stabilitas Bangsa.(Doc : Red)
KRISTAInterFOOD 2026 Resmi Dibuka, Menteri Perindustrian Soroti Pangan sebagai Pilar Stabilitas Bangsa.(Doc : Red)

“Kita mau hebat seperti apa, kalau pangan tidak cukup, pasti suatu negara akan mengalami instabilitas. Perut akan memberontak. Tapi kalau pangan cukup, apalagi pangan yang berkualitas, Insya Allah salah satu prasyarat stabilitas sudah terpenuhi,” ujar Sarmuji di hadapan para pelaku industri dan undangan.

Baca juga :Industri Makanan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta

Menariknya, pria yang mengaku hobi memasak ini menyoroti peran makanan sebagai alat diplomasi. Ia menyebut beberapa negara mendunia bukan hanya karena produk manufakturnya, melainkan karena kekayaan kulinernya. Indonesia, dengan keanekaragaman masakan seperti soto yang tak terhitung ragamnya, dinilai memiliki peluang besar menembus pasar global.

“Kalau kita serius menangani urusan makanan ini dan bekerja sama dengan para diaspora di seluruh dunia, makanan Indonesia mungkin akan jauh lebih dikenal. Rendang saja pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia. Mungkin masih banyak lagi yang bisa menjadi juara internasional,” tambahnya optimistis.

Menteri Sarmuji juga membawa kabar baik dari sisi industri. Survei menunjukkan Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 berada di angka 54,0, masuk fase ekspansi dan lebih tinggi dari Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, hingga Australia. Indeks kepercayaan industri pun tercatat 53,72, ditopang pesanan baru tercepat dalam lima tahun terakhir.

Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu subsektor strategis yang menunjukkan kinerja positif. Pada semester I 2026, industri ini tumbuh 6,77 persen dan berkontribusi 41,80 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Investasi mencapai Rp47,74 triliun, dengan 59 persen di antaranya berasal dari dalam negeri, serta menyerap 6,9 juta tenaga kerja.

Dari sisi perdagangan, ekspor Januari–Agustus 2026 mencapai 34,65 miliar dolar Amerika Serikat, sementara impor 9,7 miliar dolar. Surplus neraca perdagangan hampir 25 miliar dolar AS ini membuktikan bahwa industri F&B menjadi penopang penting perekonomian nasional. Pemerintah pun berkomitmen memperkuat hilirisasi dan inovasi berbasis sumber daya lokal.

Surplus 25 Miliar Dolar AS, Menperin Sebut Industri Makanan Minuman Tulang Punggung Ekonomi Nasional.(Doc : Red)
Surplus 25 Miliar Dolar AS, Menperin Sebut Industri Makanan Minuman Tulang Punggung Ekonomi Nasional.(Doc : Red)

KRISTAInterFOOD 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda bergengsi, seperti Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, La Cuisine Cooking Competition & Global Chef Championship 2026 yang melibatkan 1.100 chef lintas negara dalam lebih dari 30 kategori, serta kompetisi kopi spesialis bersama Dewan Kopi Indonesia.

Tidak ketinggalan, Gelato World Tour 2026 mempertemukan 10 kontestan dari 10 negara untuk memperebutkan tiket emas menuju kompetisi puncak di Italia. Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo juga hadir dalam satu rangkaian penyelenggaraan, memperkaya ekosistem pameran yang menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.

Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, Perdagangan, UMKM, Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ekonomi Kreatif, serta Kelautan dan Perikanan. Berbagai asosiasi industri seperti GAPMMI, ACP, IPBS, IKABOGA, AP5I, APFFI, dan IPF turut memperkuat kolaborasi dalam mendorong inovasi dan perluasan peluang bisnis nasional.

Bagi pengunjung, KRISTAInterFOOD 2026 menyediakan fasilitas Free Shuttle Bus melalui 19 titik penjemputan strategis di Jabodetabek, meliputi pusat perbelanjaan, halte Transjakarta, dan pool DAMRI. Pameran berlangsung 4–7 November 2026, pukul 10.00–19.00 WIB, dengan tiket masuk Rp250.000 untuk akses selama empat hari. Registrasi dilakukan melalui laman resmi Krista Online.