SinarHarapan.id-EIGER Nature resmi diluncurkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Konsep petualangan, edukasi, dan pelestarian lingkungan diharapkan memperkuat pariwisata berbasis alam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga lokal yang tinggal di kawasan hutan tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif pengembangan EIGER Nature. Menurut dia, destinasi itu sejalan dengan tren pariwisata yang semakin mengutamakan pengalaman autentik, kedekatan dengan alam, dan prinsip keberlanjutan. Ia menilai wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dunia global.
Mengusung tema Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia, EIGER Nature memadukan keindahan alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat. Indonesia Tourism Outlook 2026–2027 menempatkan wisata ramah lingkungan di peringkat ketiga dan wisata alam serta petualangan di posisi kelima pariwisata nasional.
Widiyanti menyebut destinasi ini telah mempekerjakan sekitar 600 warga lokal. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang seiring investasi tahap berikutnya. Penyerapan tenaga kerja berpotensi mendorong ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar, membuka peluang UMKM, kuliner, pemandu, dan usaha pendukung pariwisata.
Baca juga :WALHI Jabar Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan
Investasi pariwisata nasional 2025 mencapai Rp73,56 triliun, naik 56,05 persen. Semester I-2026 bernilai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen. Kementerian Pariwisata mendorong destinasi baru, daya tarik wisata, lama tinggal, dan perekonomian daerah. Pasar menaruh kepercayaan pada sektor pariwisata nasional Indonesia.

CEO EIGER Nature Ronny Lukito menegaskan pengembangan dilakukan hati-hati karena berada di kawasan hutan. Lahan terbangun sekitar 1,5 persen, sedangkan ketentuan memungkinkan hingga 10 persen. Pengelola menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah untuk konservasi.
EIGER Nature juga membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk mengendalikan limpasan air. Namun, keberhasilan ekowisata tidak hanya ditentukan jumlah pohon. Pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian dampak kunjungan, dan konsistensi konservasi menjadi faktor penting yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya menyatakan destinasi mulai menerima kunjungan secara bertahap pada Senin (2/11/2026). Panorama pegunungan, termasuk Gunung Pangrango, menjadi daya tarik utama. Ia menegaskan aset utama EIGER Nature adalah alam yang harus dikenal dan dihargai masyarakat sekitar luas.
Peluncuran itu dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan wisata alam di Kabupaten Bogor. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengembangan usaha, lapangan kerja, dan kunjungan wisata berjalan seiring perlindungan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan terukur. Agar manfaat ekonomi hijau dirasakan warga sekitar.



