SinarHarapan.id-Hotel Episode Gading Serpong menjadi titik temu ratusan pelaku industri telekomunikasi. APJATEL menggelar Rakernas 2026 Rabu bertema Connect. Collaborate. Accelerate. Forum tahunan itu menyatukan anggota, mitra, pemerintah, dan pembuat kebijakan guna memperkuat konektivitas era kecerdasan artifisial.
Lebih dari 300 peserta hadir. Mereka terdiri atas anggota dan mitra APJATEL, pelaku industri telekomunikasi, perwakilan pemerintah, serta pembuat kebijakan. Forum ini menyelaraskan visi, mengevaluasi capaian 2026, dan membuka dialog tentang tantangan serta peluang besar industri telekomunikasi Indonesia ke depan.
Ketua Umum APJATEL Jerry Siregar menegaskan Rakernas bukan sekadar laporan kinerja. Forum ini menjadi ruang aspirasi, pertukaran pandangan, dan penguatan sinergi anggota. Menurut Jerry, kolaborasi adalah kunci agar fixed broadband terus berkembang dan berkontribusi bagi kedaulatan serta transformasi digital Indonesia.
Agenda Rakernas ialah talkshow “AI-Powered Connectivity: Mengakselerasi Infrastruktur Digital Indonesia”. Sesi itu menghadirkan Wijaya Kusumawardhana dari Komdigi dan Abraham S. Bernardus dari Centratama Group, dengan moderator M. Tri Prasetya. Diskusi menyoroti dampak AI terhadap kebutuhan, pengelolaan, dan optimalisasi infrastruktur konektivitas.
Baca juga :APJATEL: Kami Hormati Regulasi, Tapi Layanan Telekomunikasi Hak Primer Masyarakat
Para pembicara menekankan AI memerlukan konektivitas andal, berkapasitas besar, dan merata. Jaringan telekomunikasi menopang pertukaran data, operasional data center, layanan cloud computing, serta aplikasi berkecepatan tinggi. Kebutuhan menuntut pembangunan infrastruktur yang tidak tertinggal dari lonjakan trafik dan inovasi kecerdasan artifisial.

Laporan Kinerja Komdigi 2025 mencatat fiber optik terrestrial sekitar 1,02 juta kilometer dan bawah laut 131,2 ribu kilometer. Jangkauan mencapai 5.253 dari 7.285 kecamatan atau 72,11 persen. Angka itu menunjukkan pembangunan konektivitas nasional pesat, tetapi pemerataan jaringan menjadi pekerjaan bersama.
APJATEL menyoroti pentingnya penataan fiber optik agar konektivitas terkoordinasi, aman, dan berkelanjutan. Program di Jabodetabek, Serang, dan Banten periode 2021–2026 mencakup 363 lokasi sepanjang 604,771 kilometer. Sebanyak 281 lokasi sepanjang 403,218 kilometer selesai, sedangkan 82 lokasi sepanjang 201,553 kilometer dikerjakan.
Penataan memerlukan integrasi program antarbadan perangkat daerah. APJATEL mendorong penyelarasan sejak perencanaan, perizinan, survei bersama, hingga pemantauan lapangan untuk pekerjaan jalan, trotoar, jembatan penyeberangan, dan drainase. Langkah menjaga infrastruktur lebih rapi, keselamatan pengguna jalan, serta keandalan layanan telekomunikasi masyarakat luas.
Rakernas mendengar laporan kinerja 2026 dan diskusi panel bersama Dewan Pengawas, pengurus, anggota, operator, asosiasi, serta pemerintah. APJATEL meluncurkan website terbaru guna memperkuat akses informasi. Forum menegaskan harapan: sinergi anggota, arah jelas, aspirasi tersalurkan, kesiapan AI, dan langkah transformasi digital.
Jerry menambahkan semangat Connect. Collaborate. Accelerate. mendorong industri memperkuat kerja sama dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. APJATEL berkomitmen menjadi wadah kolaborasi penyelenggara jaringan telekomunikasi serta pemangku kepentingan. Rakernas 2026 menutup hari dengan optimisme baru bagi akselerasi infrastruktur digital nasional.
