SinarHarapan.id-Ada kalanya sebuah cerita tumbuh bukan di atas kertas, melainkan di layar ponsel yang berpindah dari satu genggaman ke genggaman lain. “AGASKAR” adalah salah satunya. Kini, setelah mengudara di jagat digital dan mengantongi lebih dari 22 juta pembacaan di Wattpad, kisah karangan Nazieranff itu resmi diadaptasi menjadi serial delapan episode.
Unlimited Production menggandeng MAXSTREAM TV untuk membawa “AGASKAR” ke medium yang berbeda. Bukan sekadar memindahkan kata-kata ke gambar, melainkan menerjemahkan imajinasi 22 juta pembaca ke dalam adegan. Sebuah pekerjaan yang, menurut sutradara Dinna Jasanti, tak bisa setengah hati. Konferensi pers dan pengumuman pemain digelar di CGV fX Sudirman, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Deretan pemain utama pun diumumkan. Jeremie Moeremans dipercaya memerankan Agaskar Vakenzo Delvan, ketua geng motor Wolviper. Karakter ini bukan sekadar pemuda dengan temperamen tinggi dan ego besar. Ia memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa keadilan yang kuat. Di balik sikap kerasnya, Agaskar menyimpan pergulatan batin yang kompleks.
Vonzy hadir sebagai Arazey, sosok perempuan cerdas dan berani dengan pendirian teguh. Hidupnya tak berjalan sesuai keinginan. Terjebak dalam perjodohan yang tak diinginkan, Arazey justru terseret ke dalam pusaran konflik yang lebih besar. Ia berusaha mengungkap kebenaran demi orang yang dicintainya. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Vonzy.
Fahad Haydra melengkapi trisula utama sebagai Wave, pemimpin geng motor Walerus dan rival abadi Agaskar. Karakter Wave tak dibuat hitam-putih. Di balik perseteruan, ia menyimpan sisi loyal dan rela berkorban. Pertemuan ketiga karakter inilah yang menjadi pusat konflik, merangkai kisah penuh emosi, rahasia, dan kejutan.
Tak hanya tiga nama itu. Shania Gracia, Marsha, Ratu Aulia, Adel Reva, dan Ryan Winter turut meramaikan serial ini. Kehadiran Marsha—yang juga anggota JKT48—menjadi sorotan tersendiri. Ini menjadi debut akting pertamanya di dunia seni peran. Deretan nama muda ini diharapkan mampu menghidupkan dinamika karakter yang kompleks.
Di balik layar, nama-nama senior turut digandeng. Oswin Bonifanz bertindak sebagai produser. Naskah ditulis oleh Cassandra Massardi. Kursi sutradara ditempati Dinna Jasanti, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya seperti “Dua Hati Biru” dan “My Ice Girl”. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan karya yang tak hanya menghibur, tapi juga berbobot.
Proses pemilihan pemain tak berlangsung singkat. Oswin Bonifanz mengungkapkan, tim produksi membedah profil dan penampilan fisik setiap karakter terlebih dahulu. Bukan sekadar mencari nama besar, melainkan mencari kecocokan. Beberapa kali tahap casting dilakukan. Posisi pemain bahkan bolak-balik disesuaikan hingga ditemukan komposisi paling ideal.
Dinna Jasanti mengaku optimistis dengan pilihan yang telah ditetapkan. “I trust this team sih, dan buat aku tokoh yang ada sekarang sudah pilihan terbaik,” ujarnya dalam konferensi pers. Keyakinan ini menjadi modal penting mengingat ekspektasi dari 22 juta pembaca Wattpad bukanlah beban kecil. Setiap keputusan casting akan dipertaruhkan di hadapan publik.
Tantangan terbesar justru terletak pada adaptasi itu sendiri. Novel dengan cerita panjang harus dipadatkan menjadi delapan episode, masing-masing berdurasi sekitar 45 menit. Dinna dan tim kreatif tak mungkin memasukkan seluruh cerita yang mencapai ratusan halaman. Seleksi ketat pun dilakukan agar kisah tetap kuat saat berpindah medium.
“Novel itu kan banyak imajinasinya juga, sementara kalau series itu kan audio visual,” kata Dinna. Setiap adegan yang masuk harus memiliki fungsi: membangun karakter, meningkatkan konflik, atau mengantarkan cerita menuju klimaks. Dinna memilih memperdalam karakter dibandingkan memaksakan seluruh detail novel masuk ke layar. “Lebih baik kita fokus di karakter dan character development,” ujarnya.
Elemen geng motor tetap mendapat porsi penting. Dinna mengungkapkan, rivalitas antara Wolviper dan Walerus mengambil sekitar 20 hingga 30 persen dari keseluruhan cerita. Wolviper digambarkan sebagai geng motor beranggotakan anak-anak SMA. Sementara Walerus memiliki anggota dengan latar belakang lebih beragam dan pengalaman lebih matang. Dinna berupaya membuat kedua kelompok sama-sama kuat agar konflik terasa sengit.
Logo hingga jaket khas Wolviper yang sudah dikenal pembaca novel tetap dipertahankan di versi serial, meski mendapat sejumlah penyesuaian visual. Identitas visual ini penting untuk menjaga koneksi emosional dengan pembaca setia. Sementara itu, “Cerita SMA itu bukan hanya berdiri dengan satu orang, tapi berdiri dengan satu grup,” ujar Dinna. Persahabatan antarkarakter menjadi bagian penting yang membuat dunia “AGASKAR” terasa hidup.
Dari sisi platform, MAXStream menempatkan “AGASKAR” sebagai salah satu serial terbesar dalam jajaran tayangan mereka tahun ini. Langkah ini sejalan dengan tren adaptasi karya digital di Tanah Air. Sebelumnya, sejumlah serial seperti “Samuel” (21,7 juta pembaca) dan “A dan Z: InsyaAllah Cinta” (29 juta pembaca) juga sukses diadaptasi dari Wattpad. “AGASKAR” menjadi bukti bahwa cerita dari platform digital semakin diperhitungkan.
Nazieranff, penulis di balik “AGASKAR”, telah membangun basis penggemar yang besar melalui platform digital dan media sosial. Novelnya kemudian diterbitkan secara fisik oleh Black Swan Books pada 2023 dengan tebal 536 halaman. Cetakan ketiga pun telah beredar. Popularitas yang melampaui batas platform ini menunjukkan daya tarik cerita yang universal.
“AGASKAR” menghadirkan kisah tentang perseteruan dua geng motor yang berubah menjadi perjalanan mengungkap kebenaran, menghadapi masa lalu, serta menemukan arti cinta dan pengorbanan. Bukan sekadar drama remaja. Ada lapisan-lapisan konflik yang melibatkan keluarga, persahabatan, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu. Inilah yang membuat cerita ini bertahan dan terus diperbincangkan.
“Semoga saat kita nonton series ini tuh, kita dapat segala satu whole package-nya,” tutur Dinna. “Jadi ada romansanya, terus ada persahabatan yang sangat kuat, kadang-kadang juga ada enemies yang menjadi friends, ada juga yang friends menjadi musuh.” Harapan ini sekaligus menjadi janji kepada penonton: “AGASKAR” bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman emosional yang utuh.
Kisah yang dulu membuat pembaca betah berlama-lama di layar ponsel kini bersiap mencari panggung baru. “AGASKAR” siap mengaspal di MAXSTREAM TV. Bagi 22 juta pembaca yang telah jatuh cinta pada ceritanya, ini adalah momen yang dinanti. Bagi yang belum mengenal, ini adalah undangan untuk masuk ke dalam dunia di mana rivalitas, romansa, dan pengorbanan bertemu dalam satu tarikan napas.




