Gaya Hidup

Artificial Ligament, Terobosan Baru Penanganan Cedera ACL dengan Pemulihan Lebih Cepat

×

Artificial Ligament, Terobosan Baru Penanganan Cedera ACL dengan Pemulihan Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Cedera Lutut Tak Lagi Momok, Artificial Ligament Tawarkan Pemulihan Instan.(Doc)
Cedera Lutut Tak Lagi Momok, Artificial Ligament Tawarkan Pemulihan Instan.(Doc)

SinarHarapan.id-Cedera ligamen lutut selama ini menjadi mimpi buruk bagi para atlet dan pegiat olahraga. Namun kini, terobosan medis menghadirkan harapan baru melalui rekonstruksi dengan artificial ligament.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Christian Silas, Sp. OT, (K) AIFO-K, menjelaskan bahwa cedera Anterior Cruciate Ligament atau ACL adalah robekan pada ligamen utama penyangga sendi lutut. Cedera ini tidak hanya menimpa atlet profesional, tetapi juga pegiat olahraga rekreasional.

“Perubahan arah mendadak atau pendaratan dengan posisi tidak tepat menjadi penyebab utama cedera ACL,” ujar dr. Christian. Bunyi “pop” saat kejadian dan pembengkakan dalam beberapa jam pertama menjadi tanda khas cedera ini.(11/8) 

Faktor risiko cedera ACL ternyata lebih tinggi pada wanita dibanding pria. Perbedaan anatomi tubuh membuat kaum hawa lebih rentan mengalami robekan ligamen lutut.

Olahraga high impact, riwayat cedera sebelumnya, dan otot kaki yang kurang kuat turut meningkatkan risiko. Kurang pemanasan serta penggunaan sepatu tidak sesuai aktivitas juga menjadi pemicu cedera.

Penegakan diagnosis dilakukan melalui anamnesis mendalam dan pemeriksaan fisik menyeluruh. Dokter akan melakukan Lachman Test, Anterior Drawer Test, atau Pivot Shift Test sesuai kondisi pasien.

Baca juga :Minim Sayatan, Pemain Basket Kini Bisa Pulih Cepat dari Cedera Lutut

Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI disarankan untuk memastikan derajat keparahan. Cedera ACL terbagi menjadi tiga derajat, mulai dari peregangan berlebih hingga putus total.

Penanganan non-bedah menjadi pilihan untuk cedera ringan hingga sedang. Fisioterapi, penggunaan knee brace, dan obat pereda nyeri membantu memulihkan fungsi lutut secara bertahap.

Namun untuk robekan total, rekonstruksi bedah menjadi langkah terbaik mengembalikan stabilitas lutut. Prosedur artroskopi minimal invasif ini mengganti ligamen rusak dengan jaringan cangkok atau graft.

Artificial ligament hadir sebagai alternatif canggih berbahan polietilen khusus. Ligamen buatan ini dirancang menyerupai kekuatan mekanik ligamen asli manusia untuk menstabilkan sendi.

Secara material, inovasi ini bisa bertahan lama tergantung pada seberapa berat cedera yang dialami pasien selanjutnya, ungkap dr. Christian.

Keunggulan artificial ligament terletak pada waktu pemulihan yang lebih cepat. Tanpa sayatan tambahan untuk pengambilan jaringan, risiko nyeri dan kelemahan otot pun berkurang signifikan.

Prosedur rekonstruksi dengan artificial ligament hanya membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit. Pasien dapat langsung menjalani latihan kelincahan pada bulan ketiga pasca operasi.

Fase pemulihan hanya terdiri dari empat tahap, lebih singkat dibanding metode konvensional. Persiapan kembali berolahraga atau return to play dapat dimulai lebih awal.

“Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis ortopedi konsultan sports injury,” pesan dr. Christian. Penanganan tepat sesuai kebutuhan individu akan mempercepat proses penyembuhan cedera ACL.