Ekonomi

ECOCYCLE GANDUL PLN Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat

×

ECOCYCLE GANDUL PLN Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id, Depok – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UIP JBB meluncurkan ECOCYCLE GANDUL (Economic Circularity for Livelihood and Environment in Gandul), sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang berfokus pada pengelolaan sampah dan pengembangan usaha produktif di Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok.

Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif masyarakat yang telah lebih dahulu mengelola sampah organik melalui budidaya maggot. Meski memiliki potensi besar, keterbatasan sarana dan belum terbentuknya rantai nilai ekonomi menyebabkan kegiatan tersebut belum berkembang secara optimal, bahkan sempat mengalami penurunan karena manfaat ekonominya belum dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui ECOCYCLE GANDUL, PLN UIP JBB menghadirkan serangkaian program pemberdayaan yang saling terintegrasi, mulai dari penyediaan tambahan sarana budidaya maggot, pengembangan budidaya ikan lele dan ayam, hingga pelatihan pengolahan limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi berupa keset. Dengan pendekatan tersebut, maggot tidak hanya berfungsi sebagai media pengolahan sampah organik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi budidaya lele dan ayam sehingga mampu menciptakan siklus ekonomi yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, sampah anorganik berupa limbah tekstil turut diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Khodijah, salah seorang warga Kelurahan Gandul sekaligus penerima manfaat program, mengungkapkan bahwa dukungan PLN UIP JBB menjadi titik awal kebangkitan kembali kegiatan pemberdayaan yang telah dirintis masyarakat.

“Kami sebenarnya sudah memulai budidaya maggot sejak beberapa waktu lalu, tetapi perkembangannya terkendala karena belum terbentuk sistem yang mampu menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan. Bantuan dari PLN UIP JBB membuat program ini semakin lengkap. Kini maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan lele dan ayam, sementara limbah tekstil juga dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual. Harapannya, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar Khodijah.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP JBB, Nur Akhsin, menjelaskan bahwa ECOCYCLE GANDUL dirancang untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar memberikan bantuan sarana.

“Melalui program ini, kami ingin menciptakan rantai ekonomi yang saling terhubung. Sampah organik diolah menjadi maggot, maggot dimanfaatkan sebagai pakan budidaya lele dan ayam, sementara limbah tekstil diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat lingkungan sekaligus peluang peningkatan pendapatan,” jelas Nur Akhsin.

General Manager PLN UIP JBB, Yasir, menegaskan bahwa pelaksanaan program di Kelurahan Gandul memiliki makna tersendiri karena wilayah tersebut merupakan lokasi kantor PLN UIP JBB. Menurutnya, kehadiran perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

“Sebagai bagian dari masyarakat Gandul, PLN UIP JBB ingin tumbuh bersama lingkungan sekitar. ECOCYCLE GANDUL merupakan wujud komitmen kami dalam membangun masyarakat yang mandiri melalui pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh praktik ekonomi sirkular yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Yasir.

Melalui ECOCYCLE GANDUL, PLN UIP JBB berharap tercipta ekosistem ekonomi sirkular yang mampu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan nilai tambah hasil pengelolaan limbah, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program ini juga menjadi wujud dukungan PLN terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. (Van)