Internasional

Indonesia Kirim Bantuan Tahap Ketiga ke Myanmar

×

Indonesia Kirim Bantuan Tahap Ketiga ke Myanmar

Sebarkan artikel ini

Pengiriman kali ini lebih istimewa dari dua tahap sebelumnya. Sejumlah menteri dan kepala lembaga ikut serta untuk menunjukkan dukungan moral bagi Myanmar.

Menko PMK Pratikno menyerahkan bantuan kepada Myanmar, yang diwakili oleh Wakil Menteri Sosial Myanmar, Soe Kyi. (Foto: BNPB)

SinarHarapan.id – Enam hari setelah gempa mengguncang Myanmar, pemerintah Indonesia kembali mengirimkan bantuan tahap ketiga. Bantuan ini tiba di Naypyidaw, ibu kota Myanmar, pada Kamis (3/4) sore setelah diberangkatkan dari Jakarta pada pagi harinya.

Pengiriman kali ini lebih istimewa dari dua tahap sebelumnya. Sejumlah menteri dan kepala lembaga ikut serta untuk menunjukkan dukungan moral bagi Myanmar.

Delegasi Kemanusiaan Indonesia

Delegasi Bantuan Kemanusiaan Indonesia di pimpin oleh Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno, MSoc.SC.  Juga, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni, S.E., M.M. Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta lembaga lainnya juga ikut serta.

Baca Juga: Tim INASAR Indonesia Gerak Cepat Bantu Myanmar

Setibanya di Naypyidaw, delegasi Indonesia diterima oleh Soe Kyi, Wakil Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan, dan Pemukiman Kembali Myanmar. Mereka juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pemerintah Myanmar.

Tim INASAR dan tim gabungan saat melakukan evakusi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di Naypyidaw, Myanmar pada Kamis (3/4). ( Foto: Tim INASAR)

Pesan Solidaritas dari Indonesia

Menko PMK menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa Indonesia turut berduka atas bencana yang menimpa Myanmar.

“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah yang dialami masyarakat Myanmar,” kata Pratikno.

Pratikno juga menambahkan bahwa bantuan ini mencerminkan solidaritas dan persaudaraan antara Indonesia dan Myanmar, serta komitmen dalam kerja sama ASEAN di bidang manajemen kebencanaan.

Sekitar 2,886 orang tewas, dan 4,636 orang terluka akibat gempa bumi dengan kekuatan 7.7 skala richter yang melanda Myanmar. Sejumlah 351 orang dinyatakan hilang.

Bantuan Logistik dan Tenaga Profesional

Pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan berupa logistik dan tenaga profesional di bidang penanggulangan bencana. Total bantuan logistik Indonesia seberat 143 ton senilai Rp. 22,6 milyar atau USD 1,3 juta. Terdiri atas bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan medis serta perlengkapan penunjang pengungsian.

Indonesia menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari unsur-unsur BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan dengan Emergency Medical Team (EMT) dan Kementerian Luar Negeri.

Tim dari Indonesia bergabung dengan sejumlah negara yang juga mengirimkan USAR dalam rangka membantu melakukan pertolongan pertama dan pencarian korban-korban gempa bumi di Myanmar.

“Kami membawa logistik, seperti tenda, makanan, serta kebutuhan perempuan dan anak-anak,” ujar Pratikno.

Selain itu, tenaga kesehatan juga akan membantu para korban gempa selama 30 hari ke depan.

“Tim tenaga kesehatan sudah siap dan akan mulai bertugas besok,” tambahnya.

Apresiasi bagi Tim Kemanusiaan

Pratikno mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengiriman bantuan ke Myanmar.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia, kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung misi kemanusiaan ini,” tutupnya.

Peninjauan Tim Kemanusiaan Indonesia

Setelah menyerahkan bantuan, delegasi meninjau lokasi di mana tim kemanusiaan Indonesia menemukan korban tertimbun reruntuhan di perumahan pegawai negeri Myanmar.

Kepala BNPB, Suharyanto, melaporkan bahwa tim sudah bekerja sejak Senin (31/3), meski masyarakat Indonesia sedang merayakan Idul Fitri.

“Tugas tim berjalan dengan baik, dan koordinasi dengan pemerintah Myanmar terus dilakukan,” ujar Suharyanto.

Tim USAR Indonesia berhasil menemukan lima korban meninggal dunia dalam dua hari terakhir.

“Dengan perjuangan besar, tim kami sudah menemukan beberapa korban,” tambahnya.

Kunjungan ke Posko Kemanusiaan

Delegasi Indonesia juga mengunjungi posko tempat tim kemanusiaan bertugas dalam upaya penanganan bencana di Myanmar.

Kepala BNPB memberikan arahan kepada Emergency Medical Team (EMT), yang akan bertugas selama 30 hari.

“Tim medis sudah siap. Jika jumlah pasien terus bertambah, kita tetap bertahan. Jika iperlu, kita akan pindah ke lokasi lain,” pungkasnya.

Bantuan kemanusiaan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung Myanmar menghadapi bencana, serta mempererat hubungan kedua negara dalam solidaritas kemanusiaan.