Nasional

Kemenkes Tegaskan Flu A(H3N2) Subclade K Tak Lebih Ganas, Situasi Nasional Terkendali

×

Kemenkes Tegaskan Flu A(H3N2) Subclade K Tak Lebih Ganas, Situasi Nasional Terkendali

Sebarkan artikel ini
(Doc : Infopublik)
(Doc : Infopublik)

SinarHarapan.id-Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K tetap terkendali hingga akhir Desember 2025. Virus ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade influenza lainnya. Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan terbaru.

Peningkatan kasus influenza A(H3) secara global mulai terpantau di Amerika Serikat pada minggu ke-40 tahun 2025. Subclade K pertama kali diidentifikasi CDC Amerika pada Agustus 2025. Hingga kini, lebih dari 80 negara telah melaporkan temuan kasus serupa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai subclade K tidak menunjukkan peningkatan bahaya. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman biasa. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Sejumlah negara di kawasan Asia telah melaporkan temuan subclade K sejak Juli 2025. Negara-negara tersebut antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski menjadi varian dominan, tren kasus influenza di sana justru menunjukkan penurunan.

Surveilans di Indonesia juga mencatat influenza A(H3) sebagai varian dominan. Tren kasus influenza nasional menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) mengonfirmasi deteksi subclade K sejak Agustus 2025.

Sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai faskes berhasil mendeteksi keberadaan virus. Tercatat 62 kasus subclade K tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat mencatatkan jumlah kasus terbanyak.

Mayoritas kasus terjadi pada kelompok perempuan dan usia anak. Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan bersirkulasi secara global.

Kemenkes berkomitmen terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan. Langkah ini untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada. Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kemenkes juga mendorong masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan mendapatkan vaksinasi influenza tahunan. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid menjadi prioritas. Vaksinasi tetap efektif mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat diminta tetap di rumah jika mengalami gejala flu. Penggunaan masker dan penerapan etika batuk sangat dianjurkan. Segera akses faskes jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.(Infopublik/IS)