SinarHarapan.id-GIIAS 2026 tak hanya menjadi pesta otomotif nasional. Ajang ini juga menjelma menjadi ruang dialog strategis antara industri dan pemerintah. Menteri Keuangan Republik Indonesia hadir sebagai pembicara kunci di GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC), Selasa (4/8).
Kehadiran orang nomor satu di sektor keuangan negara ini menegaskan komitmen pemerintah. Dukungan untuk keberlanjutan industri otomotif nasional disampaikan secara langsung di hadapan para pelaku usaha. GIIAS 2026 pun semakin istimewa dengan sentuhan kebijakan dari tingkat tertinggi.
Ketua Harian GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan apresiasi mendalam. “Pak Menteri Keuangan menyatakan kesiapan beliau mendukung pertumbuhan industri,” ujar Anton. Perhatian penuh diberikan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi sektor otomotif saat ini.
Isu pertama yang menjadi sorotan adalah kebijakan perpajakan kendaraan listrik. Menteri Keuangan menyoroti wacana penerapan pajak mobil listrik di DKI Jakarta. Beliau menegaskan regulasi pajak daerah harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Keselarasan ini dinilai penting untuk menjaga kepastian pasar dan iklim investasi. Percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan tidak boleh terhambat oleh kebijakan yang tumpang tindih. Pemerintah pusat pun berkomitmen menjaga konsistensi regulasi antar-daerah.
Baca juga :Ayla Modern Vintage Hanya Satu Unit di Dunia, Daihatsu Pamerkan Karya Eksklusif di GIIAS
Isu kedua yang turut dibahas adalah perlindungan bagi industri pembiayaan atau leasing. Pemerintah menyoroti maraknya kasus kredit macet yang disertai hilangnya unit kendaraan. Kerugian signifikan di sisi multifinance memicu penguatan syarat pembiayaan.
Perusahaan leasing terpaksa menaikkan uang muka untuk menekan risiko. Akibatnya, calon konsumen terbebani dan volume penjualan nasional pun menurun. Padahal mayoritas pembelian otomotif di Indonesia dilakukan melalui skema kredit.
Kementerian Keuangan menyiapkan regulasi untuk mengatasi masalah sistemik ini. Perlindungan hukum dan kejelasan fiskal bagi perusahaan leasing akan diberikan. Iklim pembiayaan yang sehat diharapkan mampu menopang penjualan otomotif ke depan.
Usai menyampaikan paparan, Menteri Keuangan langsung menuju area pameran. Selama lebih dari dua jam, beliau berkeliling menyambangi booth peserta. Berbagai kendaraan bermotor terbaru dicoba langsung oleh orang nomor satu di sektor keuangan.
Anton menilai kehadiran pejabat negara menunjukkan pengaruh besar GIIAS. “Industri otomotif Indonesia sangat diperhatikan dan memiliki potensi besar,” jelasnya. GAIKINDO pun bersyukur atas dukungan penuh dari jajaran pemerintah.
GIIAS 2026 turut dimeriahkan para sponsor ternama. Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance kembali menjadi Platinum Financial Partners. Pertamina, PLN Mobile, dan OLXmobbi turut mendukung penuh penyelenggaraan pameran bergengsi ini.
Setelah Tangerang, GIIAS The Series akan berlanjut ke lima kota besar. Surabaya menjadi tujuan pertama pada 26–30 Agustus 2026. Bandung, Semarang, Makassar, dan Bali menyusul dalam rangkaian berikutnya. Pameran otomotif terbesar di Indonesia terus memperluas jangkauan ke seluruh daerah.

