SinarHarapan.id-Kampanye Hidup Lebih Ringan Novo Indonesia, membawa pesan tegas: obesitas bukan sekadar angka timbangan, melainkan penyakit kronis kompleks yang perlu penanganan menyeluruh. Diskusi media menghadirkan pakar kesehatan mental dan gizi klinik.
Kampanye ini menegaskan keberhasilan pengelolaan obesitas tidak hanya diukur dari penurunan berat badan. Novo mengajak masyarakat melihat obesitas dari kacamata medis utuh, mengurangi stigma, dan membuka percakapan terbuka dengan tenaga kesehatan. Dukungan empatik menjadi kunci agar individu berani mencari bantuan.
“Yang ingin kami ringankan bukan hanya berat badan, tetapi juga beban menjalani sendirian,” ujar Inggita Sistha Widyawan, Associate Director Customer Engagement Novo Indonesia. Ia berharap orang dengan obesitas merasa sangat didukung, tidak dihakimi, dan terdorong mencari bantuan medis yang tepat.(5/11)
Hubungan obesitas dan kesehatan mental bersifat dua arah. Meta-analisis 15 studi jangka panjang sekitar 58.000 peserta menemukan orang dengan obesitas berpeluang 55 persen lebih tinggi mengalami depresi; depresi meningkatkan risiko obesitas 58 persen. Data menegaskan keterkaitan biologis, psikologis, sosial terabaikan.

Stigma memperberat beban psikologis. Studi ACTION APAC Indonesia menunjukkan hanya 30 persen responden dengan obesitas mendiskusikan berat badan dengan tenaga kesehatan dalam lima tahun terakhir. Sebanyak 43 persen menganggap penurunan berat badan tanggung jawab pribadi. Anggapan itu menghambat pertolongan medis.
dr. Putri Nugraheni, Sp.KJ, menegaskan kondisi tubuh tidak dapat menilai kesehatan mental, karakter, maupun kualitas diri. Setiap orang dengan obesitas punya pengalaman berbeda. Hindari asumsi dan selalu pahami individu secara utuh melalui dukungan profesional empatik dan bebas stigma yang tepat.
dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan otak mengatur rasa lapar, kenyang, kenikmatan makanan, dan pengambilan keputusan. Obesitas bukan kurang disiplin. Setelah berat turun, tubuh dapat meningkatkan rasa lapar sehingga mempertahankan hasil menjadi lebih menantang dan membutuhkan strategi klinis jangka panjang.
Pola makan sehat dan aktivitas fisik tetap fondasi penanganan. Dokter dapat mempertimbangkan dukungan psikologis, terapi obat, atau bedah bariatrik sesuai kondisi klinis. Terapi GLP-1 RA menyerupai hormon kenyang dan membantu mengurangi rasa lapar, tetapi wajib resep serta pemantauan ketat dokter.
NovoCare.id menjadi sumber edukasi tervalidasi tentang obesitas, kalkulator BMI, dan akses menemukan dokter spesialis daring maupun tatap muka. dr. Riyanny M. Tarliman, Associate Director Medical & Regulatory Novo Indonesia, menegaskan langkah awal dimulai dengan diskusi bersama dokter mengenai kondisi kesehatan.
Kampanye Hidup Lebih Ringan mendorong pengelolaan obesitas berkelanjutan yang memperhatikan fisik, mental, dan kualitas hidup. Dukungan profesional empatik, percakapan terbuka, serta akses informasi tervalidasi menjadi jalan agar orang dengan obesitas tidak menjalani beban sendirian dan berani mengambil langkah medis tepat.
