Namun mewujudkan glow alami membutuhkan pemahaman mendalam terhadap karakter biologis kulit Indonesia. Prof. Maurice van Steensel, pakar genetika dan dermatologi asal Belanda, menjelaskan hal tersebut. Dalam sesi ilmiah bertajuk “Asian Skin Biology & Aging”, ia mengupas pendekatan perawatan yang berbeda untuk kulit Asia. Kandungan melanin yang lebih tinggi menjadi faktor pembeda utama.
“Kulit wajah perempuan Asia cenderung memiliki kandungan melanin lebih tinggi,” ujar Prof. Maurice. Melanin-rich skin memang memperlambat tanda penuaan seperti garis halus. Namun aktivitas melanin yang tinggi membuat kulit lebih mudah mengalami pigmentasi. Noda hitam, bekas jerawat, dan warna kulit tidak merata sering muncul.
Baca juga :Pond’s Age Miracle Hadirkan “Miracle Runway” di JFW 2026
Kondisi ini diperburuk oleh agresor eksternal seperti sinar UV dan polusi. Kedua faktor tersebut memicu stres oksidatif dan peradangan ringan pada kulit. Proses ini mengganggu keseimbangan alami dan regenerasi kulit. Akibatnya, kulit kehilangan glow alami dan tampak tidak merata.
POND’S memperkenalkan teknologi Niasorcinol™ sebagai solusi atas masalah tersebut. Teknologi ini dikembangkan melalui penelitian selama 15 tahun dan telah dipatenkan. POND’S Skin Institute, pionir penggunaan Niacinamide sejak 1976, kembali berinovasi. Niasorcinol™ menggabungkan Niacinamide (B3) dengan E-Resorcinol untuk hasil maksimal.
Matthew Seal, Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, menjelaskan inspirasi di balik teknologi ini. “Niasorcinol™ terinspirasi dari kemampuan jellyfish yang memiliki mekanisme self-repair luar biasa,” ungkapnya. Proses ini mirip dengan autophagy pada kulit manusia. Teknologi ini bekerja hingga lapisan epidermis paling dalam untuk hasil optimal.
Kemampuan multi-pathway brightening menjadikan Niasorcinol™ unggul dibanding bahan pencerah lain. Teknologi ini 2,8 kali lebih mencerahkan dibanding Niacinamide biasa. Bahkan 50 kali lebih kuat dari Hydroquinone dan 500 kali dari Kojic Acid. Efektivitasnya terbukti melalui uji in vitro dan uji klinis.
Hasil uji klinis menunjukkan perubahan signifikan sejak tiga hari pemakaian pertama. Penggunaan rutin selama delapan minggu membantu mengurangi kulit kusam hingga 20 persen. Noda hitam pun berkurang hingga 30 persen. Teknologi ini juga telah teruji secara dermatologi untuk berbagai jenis kulit.
POND’S berharap komunitas dermatologi dapat membantu menyebarkan pemahaman ini. Perempuan Indonesia perlu memahami keunikan kebutuhan kulit mereka secara genetik. Dengan demikian, mereka bisa memilih solusi perawatan yang tepat. Era baru “Real Glow” berbasis sains pun semakin dekat dengan masyarakat.