SinarHarapan.id-Aroma antiseptik dan semangat kolaborasi ilmiah terasa di PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026. CLEAR hadir bukan sekadar merek perawatan rambut, melainkan mitra edukasi kesehatan kulit kepala.
Perhelatan akademik ini menjadi panggung bagi CLEAR untuk memperkuat sinergi dengan para pakar kesehatan. Mereka membahas perkembangan keilmuan terkini untuk mengatasi ketombe langsung dari akar masalahnya, yaitu fungsi scalp barrier.
Matthew selaku perwakilan CLEAR menegaskan komitmen merek dalam mendorong inovasi berbasis sains. Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan kulit kepala menjadi fondasi utama untuk membantu masyarakat mencegah masalah rambut.
“Kami memperkuat kolaborasi dengan para pakar di bidang kesehatan,” ujar Matthew di sela acara. Ia menjelaskan pentingnya edukasi bersama agar masyarakat mampu mengatasi ketombe secara tepat sasaran.
Scalp barrier yang terjaga menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan ketombe. CLEAR hadir untuk memastikan pemahaman ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang mudah dicerna.
Berbagai kegiatan interaktif digelar bersama para dermatologists, content creator, dan komunitas fitness race. Suasana berubah menjadi laboratorium edukasi yang seru tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan yang mendalam.
Baca juga :CLEAR Men Ultra dan Shin Tae-yong Ukir Sejarah: Jangkau 65,7 Juta Penggemar di Piala Dunia 2026
Terobosan terbaru diluncurkan CLEAR berupa website interaktif pengecekan scalp barrier mandiri. Konsumen kini dapat mengenali kebutuhan kulit kepalanya dengan lebih baik melalui platform digital yang inovatif ini.
Melalui laman https://www.clearhaircare.com/id/clear-scalp-check.html, pengguna cukup mengunggah foto kulit kepala. Mereka kemudian menjawab pertanyaan seputar kondisi rambut dan gaya hidup sehari-hari secara praktis.
Proses skrining digital ini berujung pada analisa jenis kulit kepala yang akurat. Rekomendasi produk CLEAR yang paling sesuai pun diberikan untuk menjawab kebutuhan spesifik setiap konsumen.
“Kami berharap dapat mendorong perubahan cara pandang terhadap perawatan kesehatan kulit kepala,” tutup Matthew. Inovasi berbasis riset dan edukasi mudah diakses menjadi kunci perubahan positif bagi masyarakat Indonesia.

