26 February 2024

SinarHarapan.id – Sukarelawan Srikandi Ganjar terus mengadakan kegiatan bermanfaat sebagai wujud kepeduliannya kepada masyarakat terutama kaum perempuan.

Pada Rabu (15/11/2023), simpatisan Ganjar Pranowo tersebut menggelar pelatihan pembuatan dan pengolahan tempe kepada warga di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Jabodetabek Wahyuni Safitri mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan melalui olahan produk UMKM.

“Kegiatan Srikandi Jabodetabek hari ini mengambil tema UMKM naik level, karena kita melihat dari kegiatan hari ini kita mengadakan pelatihan pembuatan dan pengolahan tempe secara menarik,” ujar Safitri.

Olahan dari fermentasi kedelai tersebut dikreasikan semenarik mungkin menjadi nugget tempe ataupun tempe mendoan agar masyarakat tidak bosan mengkonsumsinya.

Bentuknya yang monoton pun disulap menjadi karakter yang unik seperti bentuk hewan ataupun bunga agar minat masyarakat dalam mengkonsumsi tempe meningkat, terutama anak-anak.

“Maka dari itu kami menciptakan atau mengkreasikan dari segi bentuk, packaging, dan pemasarannya. Sehingga ini dapat menjadi modal usaha milenial. Yang pastinya kita memberdayakan perempuan sehingga perempuan ini menjadi mandiri secara ekonomi,” jelas Safitri.

Dengan pembekalan yang diberikan, Srikandi ingin memberdayakan perempuan agar memiliki ide usaha yang menjanjikan. Apalagi tempe mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan murah untuk didapatkan.

Sementara itu, Ristini selaku pemateri yang juga pegiat tempe dalam kesempatan tersebut menjelaskan kepada para peserta bagaimana proses tahapan cara membuat tempe.

Menurut dia, kegiatan yang dihelat Srikandi Ganjar sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan warga dalam mengolah tempe.

“Biar anak-anak gak bosen makan tempe (dibentuk jadi) kura-kura, karakter hewan, karakter bunga, lucu-lucu. Alhamdulillah bermanfaat. Jadi anak-anak makan tempe, jadi sehat. Moga-moga anak-anak Indonesia jadi sehat, gak selalu makan yang instan, gak jajanan terus,” pungkas Ristini.(*)