(Kanan - 5) Deputi Representatif TETO Mr. Chen Sheng Peng, (Kanan - 4) Asisten Deputi Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Menko Marves, Sugeng Harmono, (Kanan - 3) Pimpinan Taiwan Technical Mission di Indonesia Mr. Kao Hsiang Tai, (Kiri - 5) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Humbang Hasundutan, Martogi Purba ST, (Kiri - 6) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Humbang Hasundutan, Junter Marbun. (Foto: TETO Jakarta)

SinarHarapan.id – Taiwan Technical Mission (TTM) mengadakan acara panen dan pameran hasil pencapaian proyek ” Produksi dan Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah” di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pertengahan Juni lalu.

Tujuan acara ini selain untuk memberi gambaran kepada para mitra proyek, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, dan petani lokal tentang perkembangan pelaksanaan proyek saat ini, juga untuk menunjukkan bibit bawang merah dan bawang putih yang diproduksi di lahan percontohan (demplot) Taiwan Technical Mission.

Selain itu, acara ini juga menampilkan upaya Taiwan Technical Mission dalam mempromosikan tanaman rotasi seperti wortel, baby buncis, dan kubis ungu varietas Taiwan, untuk meningkatkan keragaman tanaman sayuran di daerah Sumatera Utara.

Deputi Representatif dari Taiwan Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Chen Sheng Peng. menyatakan bahwa Taiwan mengirimkan tenaga ahli pertanian untuk membimbing dan membantu petani lokal, serta bekerja sama lebih lanjut dengan petani untuk menciptakan keberhasilan produksi dan pemasaran.

“Ini adalah karakteristik dan model Taiwan dalam membantu memajukan pertanian lokal. Selain membagikan pengalaman Taiwan, juga membantu dalam pengembangan pasar. Taiwan bersedia berbagi pengalaman berharga di bidang pertanian dengan petani Indonesia dan bekerja sama dengan petani lokal,” kata Chen Sheng Peng.

Staf Khusus Menteri Bidang Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Van Basten, menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kondisi iklim yang ekstrem telah mempengaruhi hasil panen tanaman di Indonesia dan menyebabkan kenaikan harga tanaman hortikultura.

Namun, hal ini mungkin juga menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Model pelaksanaan proyek oleh Taiwan Technical Mission menunjukkan manajemen pemanfaatan lahan yang tepat dan meningkatkan kemandirian petani. Ini memiliki dampak positif pada proyek Food Estate di Sumatera Utara, dan mendorong lebih banyak petani untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang diadakan oleh Taiwan Technical Mission, serta mengajak generasi baru petani untuk bergabung,” kata Van Basten.

Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Martogi Purba ST, mengucapkan terima kasih kepada TETO dan TTM karena telah melaksanakan proyek di Kabupaten Humbang Hasunduntan dan melalui proyek ini mendorong perkembangan komunitas lokal serta meningkatkan pendapatan petani.

Petani mitra TTM, Jonless, dengan bangga berbagi kepada para tamu di acara bahwa melalui kerja sama dengan TTM dalam membudidayakan kubis selama satu musim, ia telah memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp17.000.000. Ia juga mendorong petani lain untuk lebih aktif dan bersedia bertanggung jawab atas lahan mereka sendiri.

“Proyek Produksi dan Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah Provinsi Sumatera Utara” dimulai pada tanggal 1 Januari 2023. Dari Januari hingga Juni tahun ini, program ini telah mengembangkan sekitar 32 Ha lahan, melibatkan 37 petani mitra, 9 mitra pasar, dan mengadakan 4 kali lokakarya (workshop). (nat)