SinarHarapan.id-Kebiasaan hidup bersih tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Bagi anak-anak sekolah, langkah sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan toilet, dan membuang sampah sesuai kategori justru menjadi fondasi penting untuk membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.
Kesadaran itulah yang berusaha ditumbuhkan melalui kolaborasi WINGS for UNICEF dalam kampanye Generasi Bersih Sehat. Program yang berjalan sejak 2023 hingga 2026 tersebut memadukan edukasi kesehatan dengan peningkatan akses terhadap air bersih, sanitasi, dan kebersihan atau Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di sekolah-sekolah di Aceh dan Sulawesi Selatan.
Pendekatan ini berangkat dari kenyataan bahwa pengetahuan tentang kebersihan perlu ditopang fasilitas yang memadai. Murid akan lebih mudah membangun kebiasaan sehat ketika tersedia air bersih, tempat mencuci tangan, toilet yang layak, serta lingkungan sekolah yang mendukung penerapan perilaku tersebut setiap hari.
Melalui program tersebut, fasilitas WASH ditingkatkan di 14 sekolah. Dukungan itu mencakup toilet terpisah untuk murid laki-laki dan perempuan, toilet ramah disabilitas, sarana manajemen kebersihan menstruasi, tempat cuci tangan, sistem penyediaan air bersih, serta pengelolaan air limbah yang lebih baik.
Di Banda Aceh, edukasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan menjangkau 405 murid serta 45 guru di SDN 2 Garot dan SMPN 9 Banda Aceh. Materinya meliputi kebersihan kulit dan tangan, kesehatan menstruasi, serta pengelolaan sampah secara bertanggung jawab agar kebiasaan sehat tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas.
Dukungan infrastruktur juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. SMPN 9 Banda Aceh kini memiliki instalasi pengolahan air minum, sedangkan fasilitas WASH di SDN 2 Garot didukung panel surya untuk membantu menjaga keberlangsungan layanan. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.
Perubahan yang diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan edukasi selesai. Murid didorong menerapkan kebiasaan sederhana secara konsisten, mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan air secara bijak, menjaga toilet tetap bersih, hingga memilah sampah. Kebiasaan itu diharapkan terbawa ke rumah dan lingkungan tempat mereka tinggal.
Baca juga :Yayasan WINGS Peduli Ajak Karyawan Pilah Sampah dari Kantor, Rata-rata 500 Kg Terkumpul Setiap Bulan
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T., menilai kemitraan pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan penting untuk mendukung pemulihan Aceh setelah bencana banjir. Sinergi tersebut, menurut dia, diperlukan agar anak-anak tetap memperoleh akses terhadap lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inklusif selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dari sisi kesehatan dan perlindungan anak, UNICEF Indonesia memandang akses WASH sebagai unsur penting yang mendukung tumbuh kembang anak. Muhammad Zainal, spesialis WASH UNICEF Indonesia, menyatakan bahwa kolaborasi dengan WINGS tidak hanya memperkuat akses terhadap fasilitas dasar, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui edukasi sejak usia dini.
Perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Sheila Kansil, menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Bersama UNICEF dan para pemangku kepentingan, Yayasan WINGS Peduli berupaya membangun ekosistem yang mendukung kebiasaan hidup sehat, termasuk melalui penyediaan fasilitas WASH dan penguatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Hingga saat ini, kampanye Generasi Bersih Sehat telah menjangkau 3.246 murid serta 349 guru dan petugas kesehatan di Aceh dan Sulawesi Selatan. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi upaya memperluas kebiasaan hidup bersih. Tantangan berikutnya ialah memastikan fasilitas tetap berfungsi, edukasi berlanjut, dan manfaatnya dirasakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.






