Ekonomi
×

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-PT ESA Medika Mandiri Tbk mengambil langkah strategis di tengah lesunya pasar alat kesehatan domestik dengan membangun fasilitas produksi benang bedah berstandar global. Perusahaan joint venture bersama WEGO asal China ini menargetkan ekspor perdana ke Amerika Serikat dan Eropa pada 2027.

Investasi awal untuk pabrik benang bedah yang berlokasi di Jakarta tersebut mencapai Rp20 miliar. Fasilitas ini dibangun dengan standar internasional guna menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global. Langkah ini menjadi respons atas pelemahan pasar alat kesehatan lokal yang terjadi sejak 2025.

Direktur Utama PT ESA Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk dalam negeri. “Pabrik ini adalah wujud komitmen PT ESA terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menghasilkan produk alat kesehatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Chris dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Dorongan Ekspor sebagai Alternatif Pasar
Kunjungan delegasi Kementerian Luar Negeri ke pabrik PT ESA WEGO Indonesia turut dihadiri oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha dan Industri Alat Kesehatan Seluruh Indonesia (HIPELKI), dr. Randy H. Teguh, M.M. Dalam kesempatan tersebut, Randy menyayangkan melemahnya dukungan terhadap industri alat kesehatan dalam negeri pasca pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan bahwa anggaran pembelian alat kesehatan di daerah mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir. “Indonesia seolah lupa dengan pelajaran saat pandemi soal ketahanan alkes. Karena itu HIPELKI bersama Kemlu, khususnya Ditjen Asia Pasifik dan Eropa (ASPASAF) dan Ditjen Amerika dan Eropa (AMEROP), mendorong percepatan ekspor sebagai alternatif pasar,” tegas Randy.

Pengalaman Tiga Dekade Percepat Adopsi Standar Global
PT ESA Medika Mandiri Tbk resmi melantai di bursa saham pada 8 Juli 2026. Perusahaan ini telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam mendistribusikan produk alat kesehatan dari Amerika dan Eropa. Pengalaman panjang tersebut mempermudah proses adopsi standar kualitas yang diterapkan oleh WEGO sebagai mitra joint venture.

Chris menjelaskan bahwa saat ini produksi masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Namun rencana ekspansi ke pasar Amerika dan Eropa telah disiapkan secara matang dengan target realisasi pada 2027. Selain kedua kawasan tersebut, PT ESA Medika Mandiri Tbk juga aktif dalam business matching yang difasilitasi HIPELKI bersama Ditjen ASPASAF untuk menembus pasar ASEAN dan Afrika.

Kedua belah pihak berharap kegiatan kunjungan pabrik dan business matching dapat digelar secara rutin. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan strategis bagi industri alat kesehatan dalam negeri sambil menunggu pemulihan pasar domestik yang masih tertekan.