Ekonomi

Fi Asia Indonesia 2026 Dibuka: Pangan Sehat, Rantai Pasok, dan Peluang Global

×

Fi Asia Indonesia 2026 Dibuka: Pangan Sehat, Rantai Pasok, dan Peluang Global

Sebarkan artikel ini
Dari Jakarta, Standar Pangan Dunia Dirumuskan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau.(Doc : Istimewa)
Dari Jakarta, Standar Pangan Dunia Dirumuskan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau.(Doc : Istimewa)

SinarHarapan.id-Lebih dari 700 eksibitor dari berbagai negara memenuhi ruang pameran seluas tiga kali lipat edisi sebelumnya. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia memasuki edisi ke-30. Tema besarnya: “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future.”

Pameran bahan baku pangan terbesar di Indonesia itu kembali hadir. Edisi kali ini menempati 11 hall, naik dari tujuh hall pada 2024, menandai ekspansi 35 persen area pameran. Lebih dari 10 country pavilions hadir, termasuk Amerika Serikat, Kanada, China, Thailand, Spanyol, Uni Eropa, India, Australia, dan Selandia Baru.

Industri makanan dan minuman nasional mencatat kinerja positif. Pada semester I 2026, sektor ini tumbuh 6,77 persen dan menyumbang 41,86 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Angka itu menegaskan posisi strategis industri mamin dalam perekonomian Indonesia dan keterkaitannya dengan berbagai sektor hulu-hilir.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan capaian tersebut menunjukkan industri mamin berperan penting mendorong pertumbuhan nasional. Ia menekankan inovasi dan kolaborasi di sepanjang rantai industri makin krusial. Kehadiran Fi Asia Indonesia membuka peluang kolaborasi dan mendukung pengembangan industri yang lebih inovatif.

Baca juga :Dari Tujuh Menjadi Sebelas Hall: Ekspansi Besar Fi Asia Indonesia

Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menilai kebutuhan industri saat ini bukan hanya akses bahan baku. Informasi perkembangan pasar, teknologi, dan peluang bisnis sama pentingnya. Pelaku industri perlu aktif mencari mitra dan memahami solusi yang mendukung pengembangan usaha. Fi Asia Indonesia menjadi destinasi lengkap bagi mereka.

Dari sisi akademisi, Dr. Puspo Edi Giriwono dari SEAFAST Center IPB menyoroti jarak antara riset dan kebutuhan industri. Komunikasi lebih dekat antara peneliti dan pelaku industri diperlukan agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi aplikatif. Pameran ini membuka ruang bagi akademisi dan industri untuk bertukar pengetahuan serta mengeksplorasi peluang kolaborasi.

Rose Chitanuwat, Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, menyebut Fi Asia Indonesia satu-satunya pameran bahan baku pangan terbesar yang menghadirkan penyedia dari seluruh dunia. Skala yang lebih besar tahun ini menjawab kebutuhan industri makanan dan minuman. Ajang ini tidak hanya mempertemukan supplier dan buyer, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan.

11 Hall, 700 Eksibitor: Fi Asia Indonesia 2026 dan Misi Standar Pangan Baru.(Doc : Istimewa)
11 Hall, 700 Eksibitor: Fi Asia Indonesia 2026 dan Misi Standar Pangan Baru.(Doc : Istimewa)

Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah fitur khusus, termasuk Innovation Zone & Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching, dan A-to-C (Academic to Commercial). Berbagai program itu memberi pengunjung kesempatan mengeksplorasi inovasi, memahami perkembangan teknologi, dan menemukan solusi pengembangan produk pangan. Seminar bertema tren industri juga digelar selama tiga hari.

Tren konsumsi makanan sehat di Indonesia tumbuh rata-rata 7,9 persen per tahun. Milenial dan Gen Z menjadi pendorong utama permintaan makanan segar, alami, dan fungsional. Mereka semakin sadar kesehatan dan mengurangi konsumsi gula, garam, serta lemak berlebih. Perubahan perilaku itu mendorong industri mengadopsi teknologi reformulasi bahan baku untuk menghadirkan produk lebih sehat.

Pameran berlangsung 16-18 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dengan mempertemukan inovasi, pengetahuan, dan jejaring industri dalam satu platform, Fi Asia Indonesia 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri menemukan peluang dan solusi. Kehadirannya diharapkan mendorong kolaborasi menuju industri pangan Indonesia yang semakin inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.