EkonomiNetwork

Buku “Customer Behavior in The Digital Era” Jadi Panduan Pelajari Perilaku Konsumen  

×

Buku “Customer Behavior in The Digital Era” Jadi Panduan Pelajari Perilaku Konsumen  

Sebarkan artikel ini
Media Infobrand Group bekerja sama dengan para pakar akademik dan praktisi bisnis terkemuka meluncurkan buku terbaru berjudul "Customer Behavior in The Digital Era, Teori & Studi Kasus Perusahaan-Perusahaan Sukses". (Ist)

SinarHarapan.id — Di tengah percepatan transformasi digital yang mengubah lansekap bisnis global, pemahaman mendalam mengenai perilaku konsumen digital (digital customer behavior) menjadi kunci utama keberlanjutan dan pertumbuhan sebuah brand.

Menjawab tantangan tersebut, Media Infobrand Group bekerja sama dengan para pakar akademik dan praktisi bisnis terkemuka meluncurkan buku terbaru berjudul “Customer Behavior in The Digital Era, Teori & Studi Kasus Perusahaan-Perusahaan Sukses”.

Susilowati Ningsih, CEO Media Infobrand Group, mengatakan buku ini hadir sebagai panduan komprehensif yang mengombinasikan kerangka teori ilmiah perilaku konsumen dengan studi kasus nyata dari berbagai perusahaan yang berhasil beradaptasi dan memenangkan persaingan di era digital.

Buku setebal 570 halaman ini dirancang sebagai referensi yang memadukan landasan teori perilaku konsumen dengan praktik bisnis dan pembelajaran dari perusahaan-perusahaan sukses di Indonesia.

Merupakan Edisi 3 Cetakan Pertama, buku ini juga hadir dari kolaborasi dua figur dengan latar belakang akademik dan praktis yang saling melengkapi, yaitu; Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. merupakan akademisi sekaligus pakar perilaku konsumen terkemuka di Indonesia. Kemudian, Tri Raharjo, S.E., M.M., CPR., CDMS, yang merupakan praktisi, peneliti, dan pemimpin bisnis di bidang branding dan pemasaran sebagai CEO Tras N Co Indonesia sekaligus Komisaris Media Infobrand Group.

Kekuatan buku ini, lanjut Susilowati Ningsih, yakni kemampuan menjembatani teori akademik dengan realitas bisnis.

Pembahasan mengenai perilaku konsumen tidak berhenti pada konsep dan teori, tetapi diterjemahkan ke dalam praktik melalui pembelajaran dari 20 perusahaan dan merek terkemuka di Indonesia, yang menjadi salah satu kekuatan penting buku ini.

“Beberapa merek sukses yang menjadi best practice dalam buku tersebut diantaranya; Depo Air Minum Biru, untuk studi kasus di Bab I, tentang Pendahuluan. Dekkson, untuk studi kasus Bab VII, tentang Pengetahuan Konsumen,” kata Susilowati Ningsih.

“Kemudian Pink Rabbit, membahas studi kasus Bab VIII, tentang Sikap Konsumen. Meccaya, membahas studi kasus Bab XV, tentang Pengaruh Teknologi Terhadap Perilaku Konsumen. Dan Dan Menarini, membahas studi kasus Bab XX, tentang Digital Customer Behavior,” kata Susilowati Ningsih lagi.

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc., menyampaikan bedah buku secara menyeluruh menjelaskan struktur konseptual buku yang dirancang secara sistematis untuk membedah perjalanan konsumen digital (digital customer journey).

Disampaikan bahwa pemahaman perilaku konsumen di era digital tidak lagi cukup hanya melihat aspek demografis, melainkan harus mendalami aspek psikografis, pola interaksi digital, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian secara online.

“Buku ini menguraikan berbagai teori klasik dan modern mengenai motivasi, persepsi, sikap, hingga pembentukan loyalitas konsumen, yang kemudian dihubungkan secara langsung dengan dinamika platform digital, media sosial, dan e-commerce saat ini,” kata Prof Ujang.

“Kombinasi teori yang kuat dengan analitik data digital akan menghasilkan strategi penetrasi pasar yang jauh lebih akurat,” jelas Prof. Ujang.

Selanjutnya, Tri Raharjo, dalam tulisannya yang membahas mengenai Digital Customer Behavior, menggarisbawahi pentingnya riset berorientasi data dalam memahami perubahan perilaku konsumen digital.

Dalam tulisannya, juga membedah bagaimana saluran digital telah mengubah jalur interaksi antara merek dan konsumen.

“Konsumen masa kini cenderung melakukan riset mandiri melalui mesin pencari, ulasan digital, dan media sosial sebelum mengambil keputusan pembelian. Oleh karena itu, kemampuan merek dalam mengelola rekam jejak digital (digital footprint) dan menjaga nilai kepercayaan (brand trust) di ruang digital menjadi elemen kunci yang sangat menentukan kesuksesan sebuah merek di pasar modern,” jelas Tri Raharjo.

Lucky Nugroho, Direktur Brand Dekkson, sebagai salah satu brand yang menjadi studi kasus dalam buku tersebut, membagikan pandangan praktis mengenai pentingnya tingkat pengetahuan konsumen (consumer knowledge) terhadap produk-produk arsitektural dan architectural hardware.

Dijelaskan Dekkson secara konsisten mengedukasi konsumen mengenai kualitas, fungsi, dan inovasi keamanan produk.

Di era digital, Dekkson memanfaatkan berbagai saluran komunikasi digital untuk menyampaikan informasi teknis produk secara interaktif dan mudah dipahami oleh konsumen akhir maupun profesional seperti arsitek dan kontraktor.

Strategi ini berhasil meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat posisi Dekkson sebagai pemimpin pasar di kategorinya.

Lydia Tjahaja, Menarini Consumer Health Director, menyampaikan perspektif dari industri kesehatan konsumen (consumer health).

Beliau membahas bagaimana perilaku konsumen digital mempengaruhi pendekatan pemasaran produk-produk kesehatan. Diungkapkan bahwa konsumen kesehatan saat ini semakin proaktif mencari informasi kesehatan secara mandiri di platform digital.

Menarini merespons tren ini dengan menerapkan strategi komunikasi berbasis edukasi digital yang berbasis bukti ilmiah (evidence-based) serta relevan dengan kebutuhan gaya hidup konsumen.

Dengan menghadirkan konten yang kredibel dan mudah diakses, Menarini berhasil membangun loyalitas pelanggan serta memastikan produk-produk kesehatan konsumennya tetap menjadi pilihan utama.

Yantje Wongso, Direktur Brand Depo Air Minum BIRU, yang mengulas perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhan pokok air minum serta strategi pertumbuhan BIRU.

Meskipun produk yang ditawarkan merupakan kebutuhan esensial harian, perilaku konsumen terhadap kriteria higienitas, efisiensi harga, dan kemudahan akses terus berkembang.

Depo Air Minum BIRU memanfaatkan platform digital untuk memperkuat jaringan kemitraan, meningkatkan pelayanan pelanggan, serta membangun reputasi merek yang konsisten. Integrasi komunikasi digital dengan operasional outlet fisik terbukti efektif dalam menjaga loyalitas pelanggan setia dan menggaet generasi konsumen baru.

Sebagai penutup sesi pemaparan, Dirda Muthi Kemala, Owner Brand Pink Rabbit, membahas peran vital sikap (attitude) dan kepercayaan (trust) konsumen dalam industri kecantikan dan perawatan diri. Dirda Muthi Kemala membagikan pengalaman sukses Pink Rabbit dalam membangun hubungan emosional yang erat dengan pelanggan melalui media sosial dan saluran e-commerce.

Di industri kecantikan yang sangat dinamis, kepercayaan konsumen dibangun melalui transparansi produk, ulasan asli dari pengguna (user-generated content), serta pelayanan pelanggan yang responsif.

Strategi ini terbukti mampu mengubah pembeli pertama menjadi pelanggan setia yang secara aktif merekomendasikan produk Pink Rabbit kepada komunitas mereka.