SinarHarapan.id- Banyak orang menganggap sakit pinggang sebagai keluhan ringan.
Padahal, kondisi ini bisa menandakan penyakit serius yang perlu penanganan medis segera.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Spine RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Andra Hendriarto, Sp.OT (K), menjelaskan sakit pinggang sebagai nyeri di area antara bawah tulang iga hingga atas tulang panggul.(17/9)
Ia membagi penyebab sakit pinggang ke dalam dua kelompok besar: nyeri mekanikal dan non-mekanikal.
Nyeri mekanikal muncul akibat gangguan pada struktur yang bergerak seperti tulang, otot, sendi, atau bantalan tulang belakang.
Baca juga : Ekokardiografi: Solusi Akurat Diagnosis Penyakit Jantung
Sementara itu, nyeri non-mekanikal biasanya berkaitan dengan penyakit serius seperti infeksi, osteoporosis, atau tumor.
Salah satu penyebab nyeri mekanikal yang paling umum adalah gangguan bantalan atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP).
Pasien biasanya merasa tidak nyaman saat duduk lama, terutama tanpa sandaran. Duduk bersila atau di lantai terasa menyiksa.
Rasa sakit makin parah saat batuk atau bersin. Jika bantalan menekan saraf, nyeri bisa menjalar ke kaki dan menyebabkan kebas atau kesemutan.
Selain bantalan, gangguan sendi juga sering memicu nyeri. Gerakan seperti memutar badan atau meregang ke belakang bisa memperparah keluhan ini.
Aktivitas olahraga seperti tenis, golf, atau bulu tangkis sering memicu masalah pada sendi belakang.
Gangguan otot juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Pasien biasanya merasakan nyeri saat berada di posisi tertentu seperti miring ke kiri atau setengah duduk.
Nyeri ini umumnya mereda dengan istirahat. Namun, pada kondisi seperti skoliosis, nyeri bisa berlangsung lebih lama.
Nyeri non-mekanikal perlu perhatian khusus karena bisa menjadi tanda penyakit berat. Pasien biasanya tidak kuat duduk atau berdiri terlalu lama.
Nyeri tetap terasa meski tidak beraktivitas. Pasien merasa lebih nyaman saat berbaring. Beberapa kasus disertai demam, berat badan turun drastis, nafsu makan hilang, hingga otot melemah.
Dokter Andra mengingatkan masyarakat agar waspada jika muncul tanda bahaya seperti nyeri setelah kecelakaan, penurunan berat badan tanpa sebab, gejala saraf seperti kesemutan atau kelemahan otot, usia di atas 50 tahun dengan nyeri baru, serta riwayat kanker dan demam.
Ia menegaskan pentingnya mengenali ciri-ciri sakit pinggang sejak awal agar masyarakat bisa mencegah komplikasi yang lebih serius.


