Gaya Hidup

Silent Brain Drain: Saat Ponsel di Sampingmu Menguras Fokus Tanpa Disadari

×

Silent Brain Drain: Saat Ponsel di Sampingmu Menguras Fokus Tanpa Disadari

Sebarkan artikel ini

Oleh: Raphael Benedict Rustam

(Foto Ilustrasi: Raphael Benedict Rustam)

SinarHarapan.id –  Pernah merasa sulit berkonsentrasi belajar meski ponsel sudah kamu matikan, jauhkan notifikasinya, dan letakkan dalam mode senyap? Banyak orang mengalami hal serupa. Tanpa sadar, fokus buyar dan daya pikir terasa menurun, seolah ada sesuatu yang menarik perhatian, padahal layar ponsel tetap gelap.

Fenomena itu bukan sekadar perasaan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kehadiran ponsel di sekitar kita, bahkan ketika tidak digunakan, tetap menuntut kerja otak tambahan. Otak terus melawan dorongan untuk mengecek ponsel, sehingga energi mental terkuras tanpa kita sadari.

Ketika Kehadiran Ponsel Menguras Kapasitas Berpikir

Smartphone dirancang untuk merebut perhatian. Bunyi notifikasi, getaran halus, hingga sekadar cahaya layar merupakan hasil desain psikologis yang memicu rasa ingin tahu. Namun, bahkan dalam kondisi senyap, otak tetap siaga.

Penelitian University of Texas pada 2017 menemukan bahwa meletakkan ponsel di meja belajar, meskipun dalam keadaan mati, dapat menurunkan kapasitas kognitif. Para peneliti menyebutnya “brain drain”, kondisi ketika sebagian daya pikir terkuras hanya untuk menahan godaan mengecek ponsel.

Akibatnya, energi mental yang seharusnya digunakan untuk memahami materi atau memecahkan soal dialihkan untuk mengendalikan dorongan tersebut. Proses belajar pun menjadi tidak optimal.

Deep Work yang Terganggu Kehadiran Gawai

Belajar yang efektif membutuhkan kondisi deep work, fokus mendalam tanpa gangguan. Namun, sekadar melihat ponsel tergeletak di samping buku dapat membagi perhatian. Otak terbelah antara tugas yang sedang dikerjakan dan kemungkinan munculnya pesan atau notifikasi baru.

Eksperimen Rutgers University menunjukkan bahwa mahasiswa yang menaruh ponsel di luar jangkauan pandang mampu mengerjakan soal lebih cepat dan akurat dibandingkan mereka yang menyimpannya di meja. Gangguan yang muncul bukan soal waktu, tetapi energi mental yang bocor sedikit demi sedikit.

Riset lain menyebut butuh waktu 20–25 menit bagi otak untuk kembali fokus penuh setelah teralihkan. Artinya, gangguan kecil dapat berpengaruh besar terhadap kualitas perhatian.

Mengapa Kita Sulit Berpisah dari Ponsel

Secara psikologis, ponsel telah menjadi bagian dari identitas modern. Bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi sumber hiburan, interaksi sosial, hingga rasa aman. Ketika jauh dari jangkauan, sebagian orang merasakan separation anxiety atau ketakutan akan kehilangan informasi penting, rasa yang kini dikenal sebagai FOMO (fear of missing out).

Ketenangan yang dirasakan ketika ponsel berada di dekat kita sering kali bersifat semu. Di baliknya, otak justru tetap waspada, menunggu stimulus berikutnya.

Dampak pada Daya Ingat Jangka Panjang

Gangguan kecil ini tidak hanya memengaruhi fokus sesaat. Penelitian University of Chicago menunjukkan bahwa siswa yang belajar tanpa ponsel di sekitarnya dapat mengingat hingga 25% lebih banyak informasi dibandingkan mereka yang meletakkan ponsel di meja.

Setiap kali perhatian terpecah, proses pembentukan memori terganggu. Informasi baru gagal masuk ke memori jangka panjang secara optimal. Akibatnya, durasi belajar yang panjang tidak menjamin hasil yang sebanding jika ponsel terus berada di sisi kita.

Kebiasaan Kecil untuk Mengembalikan Fokus

Kabar baiknya, kamu tidak perlu meninggalkan ponsel sepenuhnya. Yang dibutuhkan adalah pengelolaan sederhana terhadap lingkungan belajar. Beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Jauhkan ponsel dari jangkauan pandang.

  • Aktifkan mode fokus atau airplane mode.

  • Tentukan jadwal khusus untuk mengecek ponsel.

  • Gunakan ponsel hanya untuk mendukung proses belajar, bukan mengganggu.

Kebiasaan-kebiasaan kecil ini membantu otak kembali terbiasa fokus tanpa tergantung pada kehadiran ponsel.

Kembali Mengendalikan Perhatian

Ponsel bukan musuh. Namun, cara kita berinteraksi dengannya sering kali membuat perhatian tercerai-berai. Di era ketika perhatian menjadi komoditas, setiap notifikasi bekerja seperti umpan yang mencuri sedikit demi sedikit waktu berpikir kita.

Melatih diri untuk menjauhkan ponsel selama satu jam saja dapat menjadi latihan mental yang berharga. Bukan hanya untuk meningkatkan fokus, tetapi juga untuk memulihkan kemampuan mengenali dorongan internal dan mengolah perhatian dengan lebih sadar.

Konsentrasi kini menjadi kemampuan yang semakin langka. Langkah pertama untuk mendapatkannya kembali mungkin sesederhana menaruh ponsel sedikit lebih jauh saat belajar.

Karena pada akhirnya, gangguan terbesar sering kali bukan datang dari apa yang kita kerjakan, melainkan dari benda kecil yang diam di sebelah kita.

* Penulis adalah Juara Pertama dan Peraih Medali Emas International Robot Olympiad, Busan, Korea Pemerhati Pemanfaatan Teknologi & Perancang Solusi Inovatif Berbasis Teknologi