Gaya Hidup

Dokter Peringatkan Hipertensi Paru Mirip Asma, Bisa Fatal dalam 5 Tahun!

×

Dokter Peringatkan Hipertensi Paru Mirip Asma, Bisa Fatal dalam 5 Tahun!

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-MSD Indonesia bersama Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) angkat bicara soal penyakit mematikan yang sering salah diagnosis. Mereka mendesak peningkatan literasi dan akses pengobatan inovatif bagi pasien.

Hipertensi Paru merupakan kondisi langka yang menyerang pembuluh darah paru. Penyakit ini memaksa jantung kanan bekerja ekstra keras dan bersifat progresif fatal.

Data YHPI menunjukkan tingkat mortalitas yang mengkhawatirkan. Sepertiga pasien meninggal dalam tahun pertama dan lebih dari setengahnya dalam lima tahun setelah diagnosis.

Baca juga : Kemenkes & MSD Ingatkan Bahaya Hoaks Kesehatan di Dunia Digital

Managing Director MSD Indonesia George Stylianou tegaskan komitmennya mendukung pasien. “Tidak ada yang harus berjuang sendirian untuk sekadar bernapas,” ujarnya dalam diskusi media.

Ketua YHPI Arni Rismayanti ungkap banyak pasien baru tahu mengidap Hipertensi Paru setelah bertahun-tahun. Mereka datang dalam kondisi lelah, bingung, dan sering salah diagnosis.

Wakil Ketua INA-PH dr. Hary Sakti Muliawan membeberkan gejala penyakit ini mirip asma atau gangguan jantung biasa. Banyak pasien menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat diagnosis tepat.

Arni Rismayanti soroti keterbatasan akses obat spesifik di Indonesia. Dari 15 jenis obat global, hanya 5 yang tersedia dan 2 yang tercakup JKN. “Ini tentang kesempatan hidup,” tegasnya.

Pasien Hipertensi Paru Yusnita Dewi bagikan pengalaman harunya. “Dokter bilang saya harus terapi seumur hidup, dunia seperti runtuh,” ujarnya dengan suara bergetar.

Yusnita berharap para pasien mendapat akses pengobatan lebih baik dan dukungan moral. “Kami ingin satu napas lagi untuk melanjutkan hidup,” tutupnya penuh haru.