Internasional

Diplomasi Budaya Lewat Pemutaran Khusus Film Animasi “Jumbo”

×

Diplomasi Budaya Lewat Pemutaran Khusus Film Animasi “Jumbo”

Sebarkan artikel ini

Cerita tersebut mengangkat nilai keberanian, kepercayaan diri, dan pentingnya keluarga.

Special Screening Jumbo X Embassy of Indonesia in Seoul pada Kamis (12/2) di CGV Yongsan I-Park Mall, Seoul, Republik Korea.

SinarHarapan.id –  Dalam upaya memperkenalkan wajah kreatif Indonesia ke dunia melalui jalur budaya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul menggelar pemutaran khusus film animasi karya anak bangsa berjudul Jumbo. Bertajuk “Special Screening Jumbo X Embassy of Indonesia in Seoul”  di CGV Yongsan I-Park Mall, Seoul, Kamis (12/2). Kegiatan menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya untuk mendekatkan karya animasi Indonesia kepada publik Korea dan komunitas internasional.

Acara tersebut menghadirkan beragam kalangan, mulai dari perwakilan korps diplomatik, mitra KBRI Seoul, pejabat pemerintah Korea, pelaku industri kreatif, akademisi, media, komunitas film, diaspora Indonesia, hingga mahasiswa Korea dan Indonesia. Suasana pemutaran terasa hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan ketertarikan lintas budaya terhadap karya visual Indonesia yang terus berkembang.

Film Jumbo merupakan karya debut panjang sutradara Ryan Adriandhy di dunia animasi. Kehadirannya di layar bioskop Korea menjadi penanda penting bahwa kualitas animasi Indonesia semakin diakui dan mampu menembus panggung internasional.

Animasi Indonesia Pertama

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Cecep Herawan, dalam sambutan pembukaan menyampaikan rasa bangganya atas penayangan film tersebut. “Kami bangga mempersembahkan Jumbo, film animasi Indonesia pertama yang diputar di bioskop Korea. Film ini menghadirkan kisah tentang persahabatan, keluarga, dan proses tumbuh dewasa dengan pesan universal yang dapat menyatukan kita, di mana pun berada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemutaran khusus ini bukan sekadar acara perfilman, tetapi bagian dari langkah strategis memperkuat jembatan budaya kedua negara. “Melalui promosi film Jumbo, kami ingin membangun pemahaman yang lebih dalam antara masyarakat Indonesia dan Korea, sekaligus menunjukkan kemajuan industri kreatif Indonesia di tingkat global,” tambahnya.

Kesan positif juga datang dari penonton lokal. Yeon Seungjae, warga Seoul yang hadir dalam pemutaran, mengaku terkesan dengan kualitas dan cerita film tersebut. “Film Jumbo menampilkan animasi yang bagus, dan alur ceritanya juga sangat menyentuh,” ungkapnya.

Fantasi Petualangan

Film bergenre fantasi-petualangan produksi Visinema Studios, Springboard Entertainment, dan Anami Films, dengan produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari.

Ceritanya mengikuti perjalanan Don, anak yatim berusia 10 tahun, yang menemukan kekuatan melalui petualangan magis dan persahabatan. Nilai keberanian, rasa percaya diri, dan makna keluarga menjadi benang merah yang membuat kisahnya relevan bagi penonton lintas usia dan negara.

Sejak tayang perdana di Indonesia pada 31 Maret 2025, Jumbo telah beredar di berbagai negara dan terus memperluas jangkauan audiensnya. Di Korea, KBRI Seoul bekerja sama dengan distributor lokal Barunson E&A untuk memperkenalkan film ini kepada mitra dan komunitas Korea maupun Indonesia, sebelum rilis untuk publik mulai 18 Februari 2026.

Melalui layar lebar, cerita dan imajinasi menjadi bahasa bersama. Pemutaran khusus Jumbo di Seoul menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung di ruang perundingan, tetapi juga tumbuh lewat karya seni. Dari animasi, Indonesia menyapa dunia, membawa pesan persahabatan, kreativitas, dan masa depan industri kreatif yang semakin visioner.

Kegiatan Special Screening Jumbo X Embassy of Indonesia in Seoul memiliki makna strategis dalam upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Selain itu juga mempromosikan industri kreatif nasional, serta mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Korea melalui media film.

(Sumber: KBRI Seoul)