SinarHarapan.id-Seni tak lagi hanya diam membisu dalam bingkai. Di lantai Sarinah Thamrin, Jakarta, puluhan lukisan karya maestro surealis Sutjipto Adi seolah hidup dan berjalan. Bukan dalam bentuk kanvas, melainkan menjelma menjadi busana yang membalut tubuh para model.
Hari ini, jenama fesyen Purana meluncurkan koleksi Ramadan Resort 2026 dengan cara yang tak lazim: menyandingkan peragaan busana dengan pameran lukisan dalam satu ruang.
Panggung trunk show yang digelar di pusat perbelanjaan ikonis tersebut bukan sekadar ajang unjuk koleksi. Ia adalah manifestasi dari filosofi “Livable Art” yang selama ini menjadi denyut nadi Purana—seni yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dikenakan dan menyatu dalam keseharian.

Kolaborasi ini lahir dari dialog lintas generasi yang intens. Di satu sisi, ada Maritza Putri, Lead Designer Purana yang mewakili visi segar anak muda. Di sisi lain, berdiri Sutjipto Adi, maestro dengan kedalaman filosofis dan ciri khas surealisme fotorealistik yang telah malang melintang di dunia seni rupa Indonesia selama puluhan tahun.
Perpaduan keduanya melahirkan koleksi yang memadukan elemen kosmis, spiritualitas, dan figur meditatif khas Sutjipto ke dalam potongan resort wear yang leluasa.

Maritza Putri menambahkan, ada sebelas koleksi yang dikenalkan dan bisa dibeli di Sarinah selama Ramadhan dan juga secara online.
Melalui proses kurasi dan ketelitian tingkat tinggi, Purana mengolah detail-detail lukisan sang maestro menjadi motif-motif yang menghiasi busana. Aliran sungai bintang kosmis dalam Milky Way, keheningan mendalam dari Spaced Indigo, hingga pancaran energi murni dari Luminance—semua hadir dalam jahitan dan cetakan yang memeluk tubuh dengan nyaman.

Bagi Andarina Soemarno, CEO Purana, koleksi ini adalah pencapaian paling puitis dalam perjalanan jenamanya. “Sejak awal, kami ingin menghadirkan Livable Art. Hari ini, visi itu menemukan bentuknya. Mahakarya kosmis yang biasa kita kagumi di kanvas, kini bisa memeluk Anda dan menjadi bagian dari momen-momen indah menyambut Ramadan dan Hari Raya,” ujarnya di sela-sela acara.
Namun, momen paling mengharukan datang dari Sutjipto Adi sendiri. Dalam sesi talkshow eksklusif, pelukis yang karyanya selama ini hanya hidup dalam keheningan galeri itu mengaku terharu melihat lukisannya “bergerak”.
“Selama puluhan tahun, karya saya hidup dalam keheningan di dalam galeri. Hari ini, kanvas-kanvas saya seolah diberi roh baru—berjalan, bergerak, dan berdetak seiring dengan detak jantung pemakainya. Melihat alam semesta yang saya ciptakan kini memeluk tubuh manusia menyadarkan saya pada satu hal: bahwa karya seni tidak pernah benar-benar selesai, sampai ia menyatu dengan kehidupan itu sendiri,” tuturnya dengan mata berbinar.
Setelah pertunjukan, para tamu dan pengunjung Sarinah dipersilakan menyentuh, mencoba, bahkan membawa pulang koleksi ini di Area Pop-Up Purana yang tersedia. Sebagai penawaran spesial, Purana menghadirkan program Gift with Purchase berupa Exclusive Pouch bagi pelanggan yang melakukan pembelian minimal dua busana.
Aktivasi bergengsi ini turut didukung oleh sederet nama besar, antara lain Sarinah, MARIO MINARDI, SHADDY, PAC by Martha Tilaar, Qiqi Franky & Team, KALEA Engagement Managed by JIM, D.models Management, serta Abang None Jakarta.
Untuk harga koleksi yang ditawarkan mulai seharga Rp. 1,5 juta, tutup Andarina Soemarno.
Dengan kolaborasi ini, Purana tak hanya menjual busana, tetapi juga membuktikan bahwa seni rupa dan fesyen dapat bersatu dalam pelukan yang hangat—menjadi sesuatu yang indah dilihat, nyaman dikenakan, dan bermakna di hati.

