Gaya Hidup

Menguatkan Solidaritas, IWAPI Gandeng 10 Komunitas dalam Aksi Sosial di Bulan Ramadhan

×

Menguatkan Solidaritas, IWAPI Gandeng 10 Komunitas dalam Aksi Sosial di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi 11 Komunitas Perempuan: Santunan untuk 3.000 Penerima Manfaat dan Desakan RUU PPRT.(Doc)
Kolaborasi 11 Komunitas Perempuan: Santunan untuk 3.000 Penerima Manfaat dan Desakan RUU PPRT.(Doc)

SinarHarapan.id-Semangat berbagi di bulan Ramadhan berpadu dengan peringatan Hari Perempuan Internasional (IWD) 2026 dalam sebuah aksi nyata. Sebanyak 11 organisasi dan komunitas perempuan di Indonesia bersatu menggelar acara “Kolaborasi Perempuan, Cahaya Ramadhan” di Ballroom Shangri-La Hotel Jakarta, Senin sore.

Lebih dari sekadar buka puasa bersama, acara ini menjadi wadah solidaritas yang menyalurkan santunan kepada 3.000 penerima manfaat sekaligus menyuarakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

Acara yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI) ini melibatkan jejaring lintas komunitas, antara lain Srikandi PDDI, Perempuan Laju Perkasa, Komunitas Kebaya Jakarta, Melati Putri Pertiwi (MPP), AMIRA, Social Club, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Sahabat Kartini Love, Jakarta With Love, serta Koalisi Sipil UU PPRT. Total 500 peserta dari berbagai latar belakang turut hadir, menunjukkan sinergi yang kuat di antara organisasi perempuan.

Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. “Ramadhan mengajarkan berbagi dan merawat martabat sesama. Dalam rangkaian IWD 2026, kami ingin memastikan semangat itu hadir sebagai tindakan nyata—kolaborasi perempuan yang memberi manfaat langsung bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya dalam sambutan.(9/3)

Cahaya Ramadhan dari IWAPI: Aksi Nyata Perempuan untuk Sesama.(Doc)
Cahaya Ramadhan dari IWAPI: Aksi Nyata Perempuan untuk Sesama.(Doc)

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi perempuan marjinal. “Kami menguatkan agenda perlindungan bagi perempuan marjinal, termasuk dukungan agar RUU PPRT segera disahkan,” tambah Nita, disambut aplaus peserta. Dukungan terhadap RUU yang telah lama diperjuangkan ini menjadi salah satu pesan kunci dalam acara tersebut, sejalan dengan tema IWD 2026: Rights. Justice. Action. for ALL Women and Girls.

Ketua Panitia, Vivi Susanti, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak sosial sekaligus memperkuat solidaritas lintas komunitas. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 13.30 WIB, meliputi penyambutan, pembukaan, sambutan, prosesi simbolis penyerahan santunan, doa bersama, hingga buka puasa dan silaturahmi. Momen foto bersama para pemimpin komunitas menjadi penanda eratnya kerja sama yang terjalin.

Wakil Ketua Panitia sekaligus Ketua AMIRA, Tuti Yani, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja bersama yang berkelanjutan. “Ke depan, kami tidak hanya berhenti di acara seremonial. Kami ingin mengembangkan jejaring, mentoring, dan program pemberdayaan yang lebih terstruktur pasca-Ramadhan,” katanya.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu bergerak bersama, tidak hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk bertindak. Dengan melibatkan ribuan penerima manfaat, “Kolaborasi Perempuan, Cahaya Ramadhan” menorehkan makna mendalam: bahwa di bulan suci, berbagi adalah cahaya yang menerangi jalan menuju keadilan dan kesetaraan bagi semua perempuan dan anak perempuan.