SinarHarapan.id – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, denyut aktivitas masyarakat di Kota Makassar kian terasa. Jalanan mulai dipadati kendaraan, sementara kebutuhan bahan bakar pun meningkat seiring mobilitas yang terus naik. Di tengah situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM, khususnya Pertamax Turbo, tetap aman dan terkendali.
Hingga Kamis (19/3/2026) siang, stok Pertamax Turbo di sejumlah SPBU di Makassar tercatat berada di kisaran 3.500 hingga 10.200 liter per SPBU. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bergerak, baik untuk perjalanan mudik maupun aktivitas menjelang Lebaran.
Di lapangan, suplai tambahan terus mengalir. Pengiriman dari Fuel Terminal Parepare dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan stok di SPBU. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam memastikan distribusi tetap lancar di tengah lonjakan konsumsi tahunan.
Peningkatan permintaan BBM memang bukan hal baru. Setiap menjelang Lebaran, konsumsi energi cenderung naik seiring tradisi mudik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Tahun ini pun menunjukkan pola serupa, dengan mobilitas yang mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina tidak hanya mengandalkan pasokan di dalam kota. Wilayah penyangga seperti Maros juga disiapkan sebagai buffer supply. Di daerah ini, stok Pertamax Turbo bahkan tercatat di atas 10.200 liter per SPBU, siap menopang kebutuhan Makassar jika terjadi lonjakan mendadak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Menurut dia, distribusi BBM telah diperkuat dan tambahan pasokan sudah disiapkan sejak awal.
“Stok Pertamax Turbo di Makassar dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar, meskipun terjadi peningkatan konsumsi akibat arus mudik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam membeli BBM. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying,” kata Lilik.
Selama periode Ramadan dan Idulfitri, Pertamina terus memperketat pengawasan distribusi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tujuannya satu: memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, baik saat arus mudik maupun arus balik nanti.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, layanan Pertamina Contact Center 135 tetap siaga memberikan bantuan. Di tengah perjalanan pulang ke kampung halaman, kepastian energi menjadi bagian penting agar perjalanan tetap nyaman dan lancar.












