Gaya Hidup

Migrain vs Tumor Otak: Kapan Sakit Kepala Harus Diperiksakan ke Dokter?

×

Migrain vs Tumor Otak: Kapan Sakit Kepala Harus Diperiksakan ke Dokter?

Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab lebih cepat dan mencegah komplikasi.(Doc)
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab lebih cepat dan mencegah komplikasi.(Doc)

SinarHarapan.id-Sakit kepala merupakan keluhan yang lazim dialami banyak orang, mulai dari sakit kepala tegang akibat stres, migrain, hingga rasa nyeri karena kurang tidur. Namun, ketika sakit kepala muncul berulang, terasa semakin berat, dan tidak membaik meskipun telah mengonsumsi obat pereda nyeri biasa, kondisi ini patut diwaspadai. Bisa jadi itu adalah sinyal adanya gangguan serius, salah satunya tumor otak.

Demikian disampaikan oleh Dr. Agung Heri Wahyudi, Sp.BS, Subsp. FN–TB (K), FINPS, SH, MH, spesialis bedah saraf subspesialis onkologi saraf, dalam keterangan kesehatan yang diperoleh di Jakarta, Selasa (24/3/2026). Menurutnya, mengenali perbedaan antara sakit kepala jinak dan sakit kepala yang mengindikasikan kondisi berbahaya menjadi langkah awal yang krusial.

“Sakit kepala jenis tegang (tension headache) biasanya terasa seperti ada ikatan kuat di sekitar kepala. Migrain ditandai dengan nyeri berdenyut di satu sisi, sering disertai mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Sementara sakit kepala klaster muncul dengan nyeri hebat di sekitar mata dalam periode tertentu,” jelas dr. Agung.

Meski umumnya tidak berbahaya, perubahan pola atau intensitas sakit kepala tetap harus mendapat perhatian medis.

Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Dr. Agung mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika sakit kepala disertai dengan satu atau lebih tanda berikut:

  • Sakit kepala terjadi lebih sering dan memberat secara progresif.

  • Nyeri kepala muncul tiba-tiba dengan intensitas sangat hebat.

  • Sakit kepala membangunkan dari tidur.

  • Mual dan muntah berulang tanpa sebab jelas.

  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.

  • Kejang, kelemahan anggota gerak, atau gangguan bicara.

  • Perubahan perilaku, emosi, atau memori.

“Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi adanya peningkatan tekanan di dalam kepala atau gangguan pada jaringan otak,” tegasnya.

Karakteristik Sakit Kepala akibat Tumor Otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di otak atau jaringan sekitarnya, yang dapat bersifat jinak maupun ganas. Keberadaan tumor dapat menekan jaringan otak dan meningkatkan tekanan intrakranial, sehingga memicu sakit kepala. Menurut dr. Agung, beberapa karakteristik sakit kepala yang mengarah pada tumor otak antara lain:

  • Nyeri terasa lebih berat di pagi hari.

  • Semakin memburuk saat batuk, bersin, atau mengejan.

  • Tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa.

  • Disertai gejala saraf lain seperti kejang, gangguan keseimbangan, atau perubahan kepribadian.

“Tidak semua sakit kepala berarti tumor otak. Namun, jika sakit kepala berulang dengan pola yang tidak biasa, jangan diabaikan,” pesannya.

Diagnosis dan Penanganan

Untuk mengetahui penyebab sakit kepala berulang, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan saraf untuk menilai fungsi otak. Pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI kepala juga diperlukan untuk melihat struktur otak secara detail.

“Pemeriksaan ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius dan menentukan penanganan yang tepat,” ujar dr. Agung.

Penanganan tumor otak bergantung pada jenis, ukuran, lokasi tumor, serta kondisi umum pasien. Beberapa opsi terapi meliputi operasi pengangkatan tumor, radioterapi, kemoterapi, serta terapi target atau imunoterapi pada kasus tertentu.

Deteksi dini, menurut dr. Agung, sangat menentukan keberhasilan perawatan dan kualitas hidup pasien. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele sakit kepala yang terus berulang dan memberat.

“Ketika sakit kepala muncul dengan frekuensi yang meningkat, intensitas yang semakin berat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” pungkasnya.