SinarHarapan.id-Di sela hiruk-pikuk bulan Syawal, Rumah Sakit Premier Bintaro menggelar acara yang tak biasa: Halalbihalal merangkap Gathering Stroke Survivor dengan tema “Stronger Than Ever” di Ballroom Phoenix Aviary, Jumat (10/4/2026).
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa stroke, yang kerap dianggap sebagai “kiamat kecil” bagi penderitanya, ternyata masih menyisakan peluang emas untuk sembuh.
Dr. Meidianie Camelia, Sp.N, Kepala Stroke Center RS Premier Bintaro, menegaskan bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar ajang makan bersama. Ini adalah panggung bagi para pejuang hidup.
“Ini tahun ke-4 Stroke Center kami berjalan. Dua tahun lalu kami mulai kegiatan serupa, dan hari ini kami sengaja membuat koneksi yang lebih santai dan rileks dengan pasien. Silaturahmi ini penting untuk membangun semangat,” ujar Dr. Meidianie.(10/4)
Baca juga : 30 Persen Bayi Alami Gumoh, RS Premier Bintaro Tegaskan Perbedaan Antara Regurgitasi dan GERD
Di balik gemerlap ballroom, ada fakta mencengangkan yang diungkapnya. Pada 2022, fasilitas penanganan stroke terpadu di kawasan Bintaro nyaris tak ada. Dari idealisme itulah, RS Premier Bintaro membangun layanan dari nol—mulai dari tahap awal kegawatdaruratan hingga tindakan lanjutan (advance).

“Cita-cita kami sederhana: pasien stroke harus mendapat penanganan cepat dan tepat. Saat ini kami sudah berkembang hingga tindakan intervensi stroke yang lebih kompleks,” tambah dokter spesialis saraf itu.
Ia pun memperkenalkan dua pahlawan di balik layar: Dr. Agung dan Dr. Samsul, tim dokter spesialis yang telah sukses menangani berbagai tindakan medis lanjutan bagi para penyintas.
Harapan besar disematkan kepada publik. Dr. Meidianie mengakui peran media sangat krusial.
“Jangan takut. Stroke bisa ditangani, tidak semua kasus berakhir buruk. Harapan untuk sembuh itu selalu ada,” pungkasnya.
Acara yang dihadiri jajaran manajemen, dokter, perawat, serta keluarga pasien ini menjadi momentum emas. Bukan hanya untuk saling bermaafan, tetapi untuk menegaskan bahwa kolaborasi antara medis, pasien, dan masyarakat mampu menciptakan keajaiban: para penyintas yang tetap tegar, bahkan stronger than ever.



