Gaya Hidup

Bebas Radiasi, RS Pondok Indah Terapkan Penutupan Lubang Jantung Tanpa Sinar-X

×

Bebas Radiasi, RS Pondok Indah Terapkan Penutupan Lubang Jantung Tanpa Sinar-X

Sebarkan artikel ini
dr. Yovi Kurniawati: Inovasi Zero Fluoroscopy Selamatkan Anak dari Risiko Sinar-X.(Doc)
dr. Yovi Kurniawati: Inovasi Zero Fluoroscopy Selamatkan Anak dari Risiko Sinar-X.(Doc)

SinarHarapan.id-Rumah Sakit Pondok Indah memperkenalkan prosedur mutakhir penutupan kelainan jantung bawaan tanpa bantuan sinar-X. Teknik bernama zero fluoroscopy ini dinilai lebih aman, khususnya bagi pasien anak dan remaja.

Kelainan jantung bawaan seperti Atrial Septal Defect (ASD) dan Ventricular Septal Defect (VSD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Data menyebutkan, sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya. VSD menjadi tipe paling umum pada anak, sementara ASD baru terdeteksi saat dewasa.

Spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pondok Indah, dr. Yovi Kurniawati, Sp.JP, Subsp.K.Ped.P.J.B.K, menjelaskan bahwa prosedur konvensional selama ini mengandalkan fluoroskopi atau sinar-X. Meski efektif, paparan radiasi berulang berisiko bagi pasien muda dan tenaga medis.

“Zero fluoroscopy menghilangkan sama sekali paparan radiasi. Sebagai gantinya, kami menggunakan ekokardiografi real-time seperti TEE atau ICE. Visualisasi 3D memungkinkan kami melihat ukuran lubang, arah aliran darah abnormal, hingga memastikan alat penutup terpasang optimal,” ujar dr. Yovi di Jakarta, Kamis (7/5).

Baca juga : Bukan Ubah Wajah Jadi Orang Lain, Dokter Bedah Plastik Ungkap Esensi ‘Harmoni Wajah’

Teknik ini telah terbukti memiliki tingkat keberhasilan teknis di atas 95 persen dengan komplikasi minimal. Studi internasional melaporkan keberhasilan penutupan ASD mencapai 90-95 persen, sementara VSD 70-75 persen. Risiko kesalahan pemasangan perangkat atau kerusakan katup jantung sangat kecil.

Dr. Yovi menambahkan bahwa tidak semua pasien mendapat diagnosis sejak dini. Sejumlah pasien dewasa baru terdeteksi mengalami ASD atau VSD ketika sudah muncul komplikasi seperti hipertensi paru hingga gagal jantung.

“Bagi pasien dewasa, prosedur ini tetap dapat diterapkan. Keuntungannya, mereka terlindungi dari paparan radiasi kumulatif. Panduan ekokardiografi 3D sangat membantu menilai anatomi defek yang sering kali lebih kompleks,” tuturnya.

Dokter yang pernah menjalani pelatihan di National Taiwan University itu berharap teknik ini menjadi standar baru tata laksana kelainan jantung bawaan di Indonesia. Dengan kombinasi keamanan, akurasi, dan efektivitas, zero fluoroscopy merevolusi intervensi kardiologi modern tanpa mengorbankan keselamatan pasien di segala usia.