Gaya Hidup

Novo Nordisk Kokohkan Tahta Penguasa Obat Obesitas Global

×

Novo Nordisk Kokohkan Tahta Penguasa Obat Obesitas Global

Sebarkan artikel ini
Novo Nordisk Buktikan Pil Lebih Ampuh: Pasien Turun Berat Badan Hingga 17%.(Doc : Istimewa)
Novo Nordisk Buktikan Pil Lebih Ampuh: Pasien Turun Berat Badan Hingga 17%.(Doc : Istimewa)

SinarHarapan.id-Hanya dalam empat bulan sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada Januari 2026, pil Wegovy buatan Novo Nordisk telah mengubah peta persaingan terapi obesitas global. Obat GLP-1 oral pertama di dunia ini tidak hanya meledak dari sisi permintaan, tetapi juga memperkuat dominasi perusahaan asal Denmark tersebut atas kompetitor seperti Eli Lilly.

Data dari penyedia telemedisin LifeMD menunjukkan lonjakan drastis. CEO Justin Schreiber mengaku bisnis mereka meningkat dua kali lipat hampir dalam semalam. “Jumlah pasien baru naik dari 300–400 per hari menjadi 600–1.000 per hari. Tidak diragukan lagi, peluncuran pil oral Novo Nordisk telah meningkatkan akses,” ujar Schreiber, dikutip CNBC, Senin (25/5).

Fenomena ini menarik karena sebagian besar dari puluhan ribu pengguna pil Wegovy adalah pengguna pertama GLP-1. Mereka sebelumnya enggan mencoba suntikan karena takut jarum atau kesulitan akses. Kini, pil menawarkan kemudahan tanpa mengurangi efektivitas.

Novo Nordisk sendiri melaporkan hasil kuartal pertama 2026 yang akan memberikan gambaran utuh momentum pil Wegovy. Namun yang sudah jelas: pil dengan bahan aktif semaglutide oral ini membantu pasien menurunkan berat badan rata-rata 12%, dan dalam uji coba terpisah mencapai hampir 17%. Angka tersebut menjadikannya pil GLP-1 paling ampuh di pasaran saat ini.

“Orang-orang sangat tertarik karena ini adalah pil GLP-1 yang paling ampuh saat ini di pasaran,” kata CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, kepada CNBC pada Maret lalu.

Keberhasilan pil Wegovy tidak hanya mengerek pangsa pasar, tetapi juga memperluas ekosistem terapi obesitas. Pasien baru yang sebelumnya tidak akan mencari pengobatan kini berbondong-bondong. Sementara itu, kompetitor seperti Eli Lilly dengan Foundayo-nya masih harus bekerja keras mengejar ketertinggalan.

Tantangan terbesar Novo Nordisk justru di sisi produksi. Pil oral membutuhkan peptida dalam jumlah lebih besar dibanding suntikan. Perusahaan yang sempat kesulitan memenuhi lonjakan permintaan suntik Wegovy dan Ozempic kini kembali diuji. Sebagai antisipasi, pada Maret 2026, Novo Nordisk mengumumkan investasi manufaktur $500 juta di Irlandia untuk memenuhi permintaan saat ini dan masa depan untuk produk oral di luar AS.

Hingga berita ini diturunkan, Novo Nordisk belum mengungkap detail peluncuran pil Wegovy di luar AS, termasuk kawasan Asia. Namun analis memproyeksikan bahwa dengan harga pil yang lebih terjangkau dibanding suntikan serta akses yang lebih mudah, gelombang berikutnya akan menyapu Eropa dan Asia.

Satu hal yang pasti: pil GLP-1 telah membuka babak baru dalam perang dominasi obat obesitas. Dan untuk sementara, Novo Nordisk masih tak terbendung.