Olah Raga

Target Olimpiade LA28, AAFI Gebrak Pintu DPD RI untuk Pembinaan Atlet

×

Target Olimpiade LA28, AAFI Gebrak Pintu DPD RI untuk Pembinaan Atlet

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Asosiasi Sepak Bola Amerika Indonesia (AAFI) resmi meminta dukungan penuh kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk mempercepat pengembangan flag football di berbagai kabupaten. Dalam pertemuan di Kantor DPD RI, Jakarta, Selasa (25/5/2026), AAFI menyampaikan target ambisius: tak hanya mencetak atlet Olimpiade, tetapi juga menghadirkan cabang olahraga ini ke ajang PON, SEA Games, dan Asian Games.

Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan flag football di Tanah Air. Menurutnya, olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28) itu memiliki karakter inklusif dan dinamis, sehingga sangat cocok untuk generasi muda Indonesia.

“Flag football adalah olahraga yang menarik, inklusif, dan potensinya besar untuk tumbuh di Indonesia. Ini adalah momentum positif yang perlu mendapat dukungan, pembinaan, serta kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Sultan di hadapan pengurus AAFI.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh atlet nasional flag football, Gelih Gibran; Kepala Formasi Timnas AAFI, Afie Panigoro; serta mantan Direktur Pengadaan PT Telkom Access, Agus Kristiyono. Mereka datang dengan satu misi utama: memperluas pembinaan hingga tingkat kabupaten.

Afie Panigoro menjelaskan, saat ini komunitas flag football sudah tumbuh positif di sejumlah daerah. Namun, tanpa arahan dan bimbingan dari pemerintah pusat serta DPD, ekspansi ke kabupaten-kabupaten akan berjalan lambat.

“Kami melihat antusiasme komunitas di berbagai kabupaten cukup tinggi. Kami berharap mendapatkan petunjuk dan dukungan untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas partisipasi pemuda, serta membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan,” kata Afie.

Sementara itu, Gelih Gibran—yang memiliki pengalaman langsung melihat perkembangan flag football di Amerika Serikat—menilai potensi Indonesia sangat besar. Ia mengaku optimistis karena semangat komunitas di dalam negeri tidak kalah dengan negara maju.

“Saya melihat semangat dan antusiasme komunitas flag football di berbagai kabupaten sangat menjanjikan. Potensi pertumbuhan di Indonesia sangat besar, apalagi banyak anak muda yang tertarik belajar dan berkembang bersama,” ujar Gelih.

Prestasi tim nasional flag football Indonesia juga mulai menanjak. Saat ini, tim putra menempati peringkat ke-4 kawasan Asia-Oseania, sedangkan tim putri di peringkat ke-5. Bahkan, dalam ajang Hero Bowl di Wuhan, Tiongkok, Indonesia berhasil keluar sebagai juara pertama untuk kategori co-ed (campuran putra-putri).

Dengan status flag football sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan di LA28, AAFI berharap pengembangan olahraga ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat. Mereka ingin flag football masuk dalam program pembinaan KONI Pusat, sehingga atlet mendapat fasilitas latnas, pelatih berlisensi, serta alokasi anggaran yang berkelanjutan.

Ketua DPD RI pun menekankan pentingnya peran lintas sektor dan masyarakat. “Pengembangan olahraga baru harus berkelanjutan dan membuka peluang prestasi di tingkat internasional. DPD RI siap mengawal dan memfasilitasi,” tegas Sultan.

Hingga berita ini diturunkan, AAFI masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta KONI terkait pengakuan resmi flag football sebagai cabang olahraga binaan nasional.