SinarHarapan.id-Pusat Konvensi ICE BSD City, Tangerang, selama tiga hari berubah menjadi lautan semangat bulutangkis. Ribuan pasang mata tertuju pada penggembiraan yang terpancar dari para pemain. HUNDRED HOO HAA CUP 2026 resmi menutup tirai pada Minggu (14/6), menandai berakhirnya sebuah perhelatan yang tak hanya mempertandingkan kekuatan, namun juga merajut persahabatan lintas benua dan generasi.
Turnamen yang berlangsung dari 12 hingga 14 Juni 2026 ini mencatatkan skala yang monumental. Sebanyak 647 pertandingan digelar serentak di 25 lapangan yang tersebar di Hall 1 ICE BSD, menjadi yang terbesar dari jenisnya yang pernah diadakan di Indonesia.
Antusiasme ini nyata: lebih dari tiga ribu peserta dari 14 negara memenuhi venue, mulai dari Singapura, Malaysia, hingga Kanada dan Kolombia, menciptakan atmosfer kompetisi yang sarat energi.
Hundred Hoo Haa Cup 2026 hadir sebagai wadah inklusif yang mempertemukan para legenda dengan generasi penerus. Kategori yang diperlombakan pun beragam, mencakup rentang usia 35 hingga 70 tahun ke atas, serta kategori khusus seperti 3 on 3, Combined Age, VVIP, dan OPEN MAX.35 yang turut meramaikan.
Semangat keterbukaan inilah yang menjadi DNA utama turnamen, menjadikannya lebih dari sekadar kompetisi, tetapi sebuah pesta olahraga.
Salah satu sorotan utama tertuju pada penampilan Brice Leverdez, legenda bulutangkis asal Prancis. Mantan pemain Top 20 Dunia BWF dan tiga kali Olympian (2012, 2016, 2020) ini menunjukkan kelasnya dengan menyapu bersih dua gelar juara. Ia berhasil menjadi yang terbaik di nomor Tunggal Putra Profesional 35 dan berpasangan dengan Flandy Limpele untuk memenangkan kategori Ganda Putra Combined Age 90
Baca juga :Marlev Mainaky: HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Jadi Wadah Kompetitif Atlet 35 Tahun ke Atas
“Yang paling berarti adalah bisa kembali bermain, bertanding melawan teman-teman, dan bertemu banyak sahabat,” ujar Leverdez tentang pengalamannya berkompetisi di Indonesia.
Kehadiran Leverdez turut memeriahkan deretan legenda bulutangkis Indonesia yang kembali turun ke lapangan. Nama-nama besar seperti Hariyanto Arbi, Debby Susanto, Joko Suprianto, Tri Kusharjanto, hingga Flandy Limpele yang menjadi bintang di beberapa kategori, turut meramaikan ajang ini. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa Hundred Hoo Haa Cup bukan hanya turnamen, tetapi juga ajang reuni para pahlawan olahraga.
Di sisi lain, kiprah generasi muda melalui kategori OPEN MAX.35 menjadi kejutan tersendiri. Energi dan semangat kompetitif yang mereka bawa memberikan dinamika baru, menciptakan kolaborasi apik antara pengalaman dan ambisi di atas lapangan.
Turnamen ini tidak hanya mempertemukan pebulu tangkis dari 14 negara, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, pejabat, dan masyarakat umum melalui kategori VVIP yang mempertemukan mereka dengan atlet profesional.
Tournament Director, Marlev Mainaky, menyatakan bahwa tingginya minat peserta sejak awal pendaftaran menunjukkan kebutuhan yang besar akan kompetisi bulutangkis senior berskala internasional yang terstruktur.
“Kami ingin memberikan wadah bagi pencinta bulutangkis dari berbagai generasi untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional di tanah air,” ujar Marlev, menegaskan visi turnamen untuk memperkuat ekosistem bulutangkis nasional.
Dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas bulutangkis dunia.
Hundred Hoo Haa Cup 2026 telah berlalu, namun gema pertandingan dan kebersamaan yang tercipta akan terus dikenang. Lebih dari sekadar piala dan medali, turnamen ini berhasil membangun jembatan emas antara masa lalu, masa kini, dan masa depan bulutangkis Indonesia. Ini adalah warisan yang akan terus hidup dan menginspirasi lahirnya turnamen-turnamen serupa di masa mendatang.



