Ekonomi

Kinerja Dewi Shri Farmindo Melonjak, Laba Bersih Tumbuh 41,05 Persen Berkat Efisiensi dan Kenaikan Penjualan Karkas

×

Kinerja Dewi Shri Farmindo Melonjak, Laba Bersih Tumbuh 41,05 Persen Berkat Efisiensi dan Kenaikan Penjualan Karkas

Sebarkan artikel ini

Perseroan mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan laba bersih tumbuh 41,05%, penjualan naik 5,10%, liabilitas turun 22,55%, serta kondisi keuangan yang semakin kuat berkat efisiensi operasional dan peningkatan penjualan karkas.

Direktur Utama PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) Aditiya Fajar junus Direktur Henry Saputra, Komisaris Independen Billy Saputra dan Komisaris Utama Ferry Saputra berbincang usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: SHID/Ruht Semiono.

SinarHrapan.id – Dewi Shri Farmindo (DEWI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan berbagai indikator yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah tantangan dinamika industri peternakan dan fluktuasi kondisi ekonomi, perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui strategi efisiensi operasional dan optimalisasi penjualan produk karkas.

Berdasarkan laporan kinerja tahun 2025, penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar 5,10 persen menjadi Rp82,21 miliar, dibandingkan Rp78,22 miliar pada tahun 2024. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penjualan produk karkas yang tetap menjadi kontributor utama pendapatan seiring membaiknya permintaan pasar serta penerapan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp6,90 miliar, meningkat 41,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,90 miliar. Sejalan dengan itu, margin laba bersih juga naik menjadi 8,40 persen, dari 6,26 persen pada 2024.

Peningkatan tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam mengendalikan biaya operasional, meningkatkan efisiensi di seluruh lini usaha, serta memanfaatkan tren kenaikan harga jual karkas sepanjang tahun berjalan.

Kinerja operasional juga tercermin dari lonjakan laba bruto yang meningkat signifikan sebesar 83,67 persen, dari Rp8,43 miliar pada 2024 menjadi Rp15,51 miliar pada 2025. Capaian ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola beban pokok penjualan sekaligus meningkatkan margin keuntungan.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan Perseroan semakin solid. Total aset meningkat menjadi Rp182,42 miliar pada 2025 dari Rp181,01 miliar pada tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 0,78 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan nilai persediaan dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, sekaligus mencerminkan perkembangan operasional perusahaan.

Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp19,42 miliar, turun 22,55 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25,07 miliar. Penurunan ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam memperbaiki struktur permodalan melalui pengurangan utang jangka pendek serta penyesuaian komposisi pendanaan jangka panjang.

Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi Rp163,01 miliar, atau naik 4,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berasal dari akumulasi laba yang dihasilkan selama periode berjalan dan memperkuat fondasi keuangan perusahaan.

Likuiditas Perseroan juga menunjukkan perbaikan dengan kenaikan saldo kas dan setara kas sebesar 1,92 persen, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, mendukung kebutuhan modal kerja, serta membiayai pengembangan usaha di masa mendatang.

Efektivitas pemanfaatan aset dan modal juga mengalami peningkatan. Return on Assets (ROA) naik dari 2,70 persen menjadi 3,78 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 3,14 persen menjadi 4,24 persen. Peningkatan kedua rasio tersebut menunjukkan perusahaan semakin optimal dalam memanfaatkan aset maupun ekuitas untuk menghasilkan keuntungan.

Secara keseluruhan, pencapaian kinerja Perseroan pada 2025 ditopang oleh berbagai langkah strategis, mulai dari penerapan efisiensi di seluruh lini operasional, pengendalian biaya, hingga kemampuan merespons dinamika pasar melalui peningkatan harga jual karkas secara berkelanjutan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi mengusulkan agar seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp6,90 miliar ditetapkan sebagai saldo laba dengan rincian Rp200 juta disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas, sementara Rp6,70 miliar sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Perseroan ke depan.