SinarHarapan.id-Di tengah hingar-bingar ibu kota yang riuh oleh kendaraan bermotor, sekitar seratus anak justru memilih berjalan kaki. Mereka mengenakan topi warna-warni, membawa poster bertuliskan “Membaca Hakku”, dan membagikan majalah kepada keluarga serta masyarakat di kawasan bebas kendaraan bermotor (HBKB). Itulah pemandangan yang mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bersama Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) tidak sekadar merayakan momen tahunan. Mereka menegaskan bahwa membaca adalah hak setiap anak Indonesia, bukan sekadar kemampuan yang diajarkan di sekolah. Dalam rangkaian peringatan HAN, kedua lembaga meresmikan Ruang Tumbuh Literasi (RTL) di Layanan Anak Perpusnas RI, Lantai 7, sebuah ruang hidup yang dirancang untuk mempertemukan anak-anak dengan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Nama ‘Ruang Tumbuh Literasi’ kami pilih dengan sengaja. Kami tidak menggunakan istilah ‘Pojok Baca’ karena literasi tidak seharusnya ditempatkan di sudut ruangan. Anak membutuhkan ruang untuk bertumbuh bersama bacaan, aktivitas, permainan, dan interaksi,” ujar Stefanie Agustin, Pendiri Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA), di sela-sela peresmian RTL.
Ruang ini menghadirkan koleksi Majalah CIA dan Majalah ISO terbaru, aktivitas literasi interaktif, permainan edukatif, serta sesi berkala yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengunjung Layanan Anak Perpusnas RI. Bagi Stefanie dan timnya, RTL adalah wujud nyata dari Gerakan Hak Baca Anak yang telah diinisiasi sejak 2023—sebuah gerakan untuk memusatkan perhatian pada pemenuhan hak membaca anak-anak Indonesia.
Yeri Yunita, S.S., selaku Pelaksana Tugas Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara), menegaskan bahwa pemenuhan Hak Baca Anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Kami berharap RTL menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. RTL juga terbuka bagi komunitas literasi lain untuk berkegiatan di ruang ini,” ujarnya.
Momen peresmian itu langsung diikuti Pawai Literasi yang melibatkan anak-anak dari Komunitas Read Aloud Jakarta (RAJa), keluarga pegawai Perpusnas RI, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Jakarta. Pawai ini bukan sekadar arak-arakan. Ia menjadi simbol bahwa suara anak-anak perlu didengar dalam pemenuhan hak-hak mereka, termasuk hak memperoleh bacaan yang layak sebagai bekal menghadapi masa depan.
Baca juga :Lewat Majalah CIA, 5.000 Anak SD Jakarta Jawab Krisis Lingkungan dengan Aksi Nyata
Anak-anak tidak hanya berjalan. Mereka membagikan Majalah CIA dan Majalah ISO kepada masyarakat yang sedang menikmati Hari Bebas Kendaraan Bermotor, seraya mengampanyekan pesan sederhana: Bawa Buku Ke Mana Saja, Baca Buku Di Mana Saja. Secara total, sebanyak 3.000 eksemplar majalah disebarkan melalui berbagai rangkaian acara, mulai dari puncak peringatan HAN di Kementerian PPPA, Kemendikdasmen, hingga acara Istana untuk Anak Sekolah. Distribusi juga menjangkau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas PPAPP, serta komunitas Forum TBM dan RAJa.
Lebih dari itu, melalui program Buku untuk Semua, sebanyak 1.000 eksemplar majalah dikirimkan ke berbagai daerah pelosok Indonesia. Langkah ini menjadi penting, mengingat masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki akses terhadap bacaan berkualitas maupun ruang literasi yang ramah anak. Di saat anggaran untuk literasi dipangkas di berbagai lini, kolaborasi dan partisipasi semesta justru menjadi kunci.
Peringatan HAN 2026 kali ini menyisakan satu pesan yang tak terbantahkan: di tengah derasnya arus informasi digital, anak-anak tetap membutuhkan akses terhadap bacaan yang aman, berkualitas, dan sesuai usia. Membaca bukan sekadar bekal akademis, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan masa depan bangsa.








