Gaya Hidup

/RIF hingga Mahalini Ramaikan Forestra 2026: Pertunjukan Orkestra Hutan Terbesar di Indonesia

×

/RIF hingga Mahalini Ramaikan Forestra 2026: Pertunjukan Orkestra Hutan Terbesar di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Sebuah pertunjukan musik orkestra dengan konsep menyatu dengan alam

Jumpa pers Konser Forestra 2026 yang akan digelar di Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung pada 29 Agustus 2026. Foto: Rudolf Adji

SinarHarapan.id – Pertunjukan orkestra hutan terbesar, Forestra 2026 akan segera digelar di Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung pada 29 Agustus 2026 mendatang.
Menghadirkan harmoni antara alam, musik, dan manusia dalam satu ruang, Forestra tahun ini kembali mengajak masyarakat menikmati pertunjukan yang tidak hanya dapat didengar, tetapi juga dirasakan terutama suasana alam.

Menjelang penyelenggaraan, Tring! by Pegadaian Forestra 2026 menggelar konferensi pers di Habitat Park SCBD, Jakarta pada Jumat (31/7). Momen tersebut sebagai perkenalan konsep, kolaborasi, dan berbagai pembaruan yang akan dihadirkan dalam pertunjukan orkestra hutan terbesar di Indonesia.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Forestra menghadirkan sederet musisi, seperti /RIF, Hindia, .Feast, Iwa K, Mahalini, Naykilla, Senyawa, Sukses Lancar Rejeki, hingga Aldy Amis.

Poster para penampil di Forestra 2026
Foto: Forestra

Bagi Forestra, setiap penyelenggaraan bukan hanya menghadirkan jajaran musisi, tetapi juga terus mengembangkan pengalaman yang membuat pengunjung ingin kembali setiap tahunnya. Mulai dari konsep pertunjukan, pendekatan artistik, hingga suasana yang dibangun di tengah hutan, seluruhnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang autentik sekaligus tetap selaras dengan alam.

CEO ABM & Orchid Forest Cikole, Barry Akbar, mengatakan Forestra tetap mengusung tiga isu utama yang selama ini menjadi identitas acara, yakni alam, manusia, dan musik.
“Kami selalu mengangkat tiga isu, yaitu alam, manusia, dan musik. Saya selalu sampaikan ada kolaborasi terbaik antara taman wisata dan pelestarian alam. Nah, Forestra sudah menjawab hubungan baik dengan alam. Forestra juga telah memberi ruang bagi musisi lewat karya-karyanya,” kata Barry dalam jumpa pers di daerah SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/26).

Forestra 2026 kembali dipandu oleh konduktor Erwin Gutawa dengan format orkestra.

Erwin mengaku senang dapat kembali berkolaborasi dengan berbagai musisi lintas genre.

“Dari dulu saya senang kolaborasi. Bekerja dengan musisi berbagai genre dan usia itu jadi perjalanan musik saya. Ketika Barry bikin acara, setiap orkestra yang saya mainkan enggak selalu hanya ada bunyi melengking. Tapi harus tetap melekat dengan karakter artisnya,” ujar Erwin.

“Orkestra itu memberikan sesuatu yang berbeda, tidak mengganggu, dan tidak ditemukan di acara lain. Soal latihan, kalau mengajak musisi tampil itu relatif mudah karena semua punya musicianship yang baik,” tambah Erwin.

Sementara itu, konsep panggung kembali dipercayakan kepada Jay Subyakto sebagai Creative Director Forestra 2026.

Jay mengatakan tantangan terbesar adalah memastikan tata letak panggung tidak mengganggu vegetasi hutan. “Tantangannya bagaimana panggung saya justru enggak mengganggu hutannya. Bahkan nanti di tengah panggung ada pohon yang tetap tumbuh. Untuk sound system juga sudah dimaksimalkan,” ujar Jay. “Kami tegaskan, ini bukan festival. Ini konser musik yang ditampilkan di hutan dan menunjukkan kepedulian kita terhadap alam di negara ini,” tambahnya.

(ki-ka) Jay Subiakto, Andi /RIF dan Erwin Gutawa

Jay juga memastikan penyelenggara telah mengantisipasi kemungkinan hujan saat konser berlangsung.
“Saya sudah desain supaya kalau hujan, pemain tetap bisa tampil tanpa menutup pemandangan hujannya. Aneh kalau main di luar tapi enggak mau kehujanan. Saya enggak percaya pawang hujan. Desainnya memang agak lama, tapi hujan atau enggak, kita tetap main,” kata Jay.

Di balik seluruh pengalaman tersebut, Forestra juga terus mempertahankan
komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Kembali berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia, Forestra menegaskan upayanya untuk menghadirkan pertunjukan yang selaras dengan alam sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin
peduli terhadap kelestarian hutan Indonesia.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui dukungan Tring! by Pegadaian sebagai Titling Sponsor dari Forestra tahun ini. Tiket Simfoni 4 kini dapat diperoleh dengan harga yang lebih tenang, yaitu di Rp699.000 dari harga sebelumnya Rp799.000 melalui
website resmi forestra.id.

Sampai jumpa di Tring! by Pegadaian Forestra 2026.