SinarHarapan.id-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Indo Leather Footwear Expo dan Indo Garment Textile Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pembukaan ini menjadi momen penting bagi kebangkitan sektor manufaktur nasional. Pameran internasional ke-19 tersebut berlangsung selama empat hari penuh.
Krista Exhibitions Group sebagai penyelenggara menargetkan ajang ini menjadi jembatan bagi pelaku industri. Mereka ingin mempertemukan pengusaha kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen dari berbagai negara. Inovasi terkini pun siap dipamerkan secara maksimal. Harapannya, daya saing Indonesia di mata global semakin kokoh.
Sebanyak 210 peserta memeriahkan pameran bergengsi ini. Jumlah itu terdiri atas perusahaan besar dan 50 UMKM lokal yang antusias mengikuti. Mereka datang dari 14 negara, termasuk Italia, Jerman, dan Korea Selatan. Kepercayaan dunia terhadap industri Indonesia terus meningkat pesat.
Partisipasi internasional yang luas membuktikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri Asia. Negara-negara seperti China, Pakistan, dan Bangladesh turut ambil bagian. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Tanah Air. Posisi strategis Indonesia pun semakin diakui dunia.
Beragam inovasi teknologi manufaktur dipamerkan di sini. Mulai dari produk kulit, tekstil, hingga mesin produksi otomatis. Semua dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Praktik industri berkelanjutan juga menjadi sorotan utama pameran.

Pengunjung dapat melihat langsung material ramah lingkungan yang digunakan. Teknologi otomasi terbaru juga siap diaplikasikan di pabrik-pabrik. Ajang ini menjadi etalase nyata bagi kemajuan sektor manufaktur. Inovasi yang ditampilkan sangat relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Baca juga : 280 Peserta Banjiri Indo Leather & Footwear 2025, Ada Sneakers sampai Kulit Eksotik
Seminar Nasional AGTI digelar sebagai bagian dari rangkaian acara. Tema yang diangkat adalah membangun industri TPT yang kompetitif dan berkelanjutan. Pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha duduk bersama membahas strategi. Penguatan rantai pasok nasional dan internasional menjadi fokus diskusi.
Forum Manufacturing ILF-IGT juga menyajikan bahasan strategis lainnya. Revitalisasi industri padat karya dan peningkatan investasi dibahas tuntas. Pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan IEU-CEPA juga mengemuka. Semua bertujuan memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke dunia.
Kemeriahan semakin terasa saat The Fashion Show digelar. Karya desainer nasional dipamerkan dengan megah di atas panggung. Networking Cocktail Dinner turut mempertemukan pengusaha dengan buyer potensial. Acara ini menjadi ajang menjajaki kemitraan bisnis baru.
Para asosiasi seperti APRISINDO dan APRINDO turut hadir dalam acara tersebut. Dukungan penuh diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Mereka ingin mendorong transaksi bisnis yang menguntungkan semua pihak. Peluang kemitraan internasional pun semakin terbuka lebar.
Krista Exhibitions Group berharap pameran ini menjadi motor pertumbuhan industri. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat. Adopsi teknologi dan perluasan pasar ekspor menjadi prioritas utama. Daya saing produk Indonesia di kancah global harus terus ditingkatkan.
Pameran ini mengundang para profesional dari berbagai sektor terkait. Produsen, distributor, importir, dan eksportir berkumpul dalam satu tempat. Akademisi dan investor juga turut memeriahkan ajang tahunan ini. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan bersama.
Registrasi pengunjung dapat dilakukan secara online dengan mudah. Pendaftaran langsung di lokasi pameran juga tersedia. Semua fasilitas disiapkan untuk kenyamanan para tamu undangan. Inovasi dan peluang bisnis menanti untuk ditemukan.
Pameran ILF-IGT Expo 2026 berlangsung meriah di JIExpo Kemayoran. Ini adalah wadah bagi industri kreatif untuk menunjukkan eksistensinya. Indonesia terus melangkah maju sebagai pemain utama dunia. Semangat kolaborasi pun terasa di setiap sudut pameran.
Dengan semangat kebersamaan, industri manufaktur Indonesia siap bersaing. Pasar global menjadi target utama yang harus direbut. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapainya. Masa depan industri nasional tampak cerah dan penuh harapan.






