Otomotif

Hitung-hitungan Ekonomis Motor Listrik VinFast: Modal Kecil, Untung Besar Jangka Panjang

×

Hitung-hitungan Ekonomis Motor Listrik VinFast: Modal Kecil, Untung Besar Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Motor Listrik VinFast Viper Janjikan Penghematan Belasan Juta.(Doc : Red)
Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Motor Listrik VinFast Viper Janjikan Penghematan Belasan Juta.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-Satu kali menukar baterai motor listrik VinFast hanya membutuhkan biaya Rp6 ribu. Dengan pengeluaran sekecil itu, pengguna sudah bisa menempuh jarak hingga 80 kilometer. Angka ini menjadi pembuka mata akan besarnya efisiensi yang ditawarkan kendaraan roda dua bertenaga listrik.

Jika disandingkan dengan motor bensin konvensional, selisih penghematannya terpaut sangat jauh. Untuk menempuh jarak yang sama, skutik berbahan bakar minyak membutuhkan sekitar dua liter BBM. Dengan harga Premium terendah Rp10 ribu per liter, pengeluaran mencapai Rp20 ribu untuk sekali perjalanan. 

“Kita sudah hemat sekitar 70 persen,” ujar CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia, Yordan Satriadi, di Jakarta beberapa waktu lalu. Perhitungan ini baru dari sisi konsumsi energi, belum termasuk biaya perawatan berkala yang juga jauh lebih ringan. Motor listrik tidak memerlukan penggantian oli, busi, filter udara, atau komponen rumit lain. 

Baca juga :VinFast Kenalkan 3 Motor Listrik, Resmikan 20 Dealer Motor Listrik Sekaligus

Karakteristik mesin yang minim komponen bergerak membuat biaya servis rutin hampir bisa dihilangkan dari anggaran bulanan pengguna. “Biaya perawatan lebih simple,” kata Yordan menegaskan. Perawatan sederhana ini memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran jangka panjang tanpa perlu menyisihkan uang untuk servis berkala di bengkel. 

Skema Tukar Baterai dan Sewa Baterai, VinFast Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional 70 Persen.(Doc : Red)
Skema Tukar Baterai dan Sewa Baterai, VinFast Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional 70 Persen.(Doc : Red)

Berdasarkan hitungan internal VinFast, pemilik motor listrik bisa menghemat sekitar Rp3 juta per tahun. Jumlah itu dihitung dari efisiensi biaya energi dan perawatan yang dikombinasikan dalam satu tahun pemakaian normal. Jika penggunaan berlanjut hingga lima sampai enam tahun, akumulasi penghematan bisa menyentuh angka Rp18 juta. 

Nominal ini setara dengan harga satu unit motor listrik VinFast Evo yang dibanderol mulai Rp17,5 juta dengan skema sewa baterai. Dalam skema sewa baterai, konsumen cukup merogoh kocek Rp84 ribu per bulan untuk satu baterai atau Rp144 ribu untuk dua baterai. Biaya ini jauh di bawah pengeluaran rutin untuk bensin dan perawatan motor konvensional.

Dengan sistem penukaran baterai selama satu hingga dua menit, pengguna tidak kehilangan waktu produktif. Kecepatan ini menjawab kekhawatiran terbesar konsumen soal waktu pengisian daya yang selama ini menjadi penghalang adopsi motor listrik. VinFast saat ini telah memiliki lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 

Fleksibilitas kepemilikan baterai juga menjadi nilai tambah. Konsumen bisa memilih membeli putus baterai seharga Rp4,55 juta per unit, menyewa dengan biaya bulanan, atau menggunakan sistem tukar baterai yang dikelola VinFast bersama jaringan V-Green. Pembeli awal bahkan mendapatkan program gratis tukar baterai selama satu tahun, dengan kuota 20 kali penukaran per bulan. 

Tidak hanya hemat biaya operasional, motor listrik VinFast juga menawarkan garansi kendaraan hingga enam tahun atau 72 ribu kilometer. Perlindungan ini memberikan rasa aman bagi konsumen atas investasi jangka panjang yang mereka tanamkan. VinFast Viper, sebagai model tertinggi, dibanderol Rp22,8 juta dengan skema sewa baterai. 

VinFast menghadirkan tiga model motor listrik di Indonesia, yakni VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.(Doc : Red)
VinFast menghadirkan tiga model motor listrik di Indonesia, yakni VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.(Doc : Red)

Harganya kompetitif jika dibandingkan motor bensin di segmen sporty yang rata-rata dipatok di atas Rp25 juta. Dengan total pengeluaran yang bisa ditekan hingga 70 persen, motor listrik bukan lagi sekadar alternatif ramah lingkungan. Kini ia menjelma menjadi pilihan cerdas untuk mengelola keuangan rumah tangga di tengah tekanan ekonomi. 

Ketika harga BBM fluktuatif dan biaya hidup terus naik, penghematan belasan juta rupiah dalam lima tahun bukanlah angka kecil. Motor listrik menawarkan kebebasan bergerak tanpa membebani kantong secara berlebihan. VinFast menargetkan total delapan model motor listrik hadir di Indonesia hingga akhir 2026, memperkuat komitmen membangun ekosistem mobilitas listrik yang terjangkau. 

Pemerintah pun mendukung penuh transisi ini dengan berbagai kebijakan insentif kendaraan listrik. Pada akhirnya, motor listrik bukan hanya tentang teknologi hijau. Ini adalah tentang bagaimana masyarakat bisa bergerak lebih jauh dengan pengeluaran lebih sedikit, menabung lebih banyak, dan hidup lebih tenang.