Nasional

Electric & Power Indonesia ke-24 dan IndoEBTKE ConEx ke-12 Bersinergi di IEE Series 2026

×

Electric & Power Indonesia ke-24 dan IndoEBTKE ConEx ke-12 Bersinergi di IEE Series 2026

Sebarkan artikel ini
Tak Sekadar Pameran: IEE Series - Energy Week 2026 Jadi Momentum Transformasi Industri Berkelanjutan.(Doc)
Tak Sekadar Pameran: IEE Series - Energy Week 2026 Jadi Momentum Transformasi Industri Berkelanjutan.(Doc)

SinarHarapan.id-Tiga sektor strategis bertemu dalam satu panggung. Kebutuhan energi dan infrastruktur digital yang terus membesar mendorong industri untuk tidak sekadar menambah kapasitas, melainkan juga meningkatkan efisiensi dan keandalan. Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 menjadi jawaban atas kebutuhan itu.

Pameran ini berlangsung 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, ajang ini menghadirkan tiga pameran sekaligus: Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia. Ketiganya saling terkait dalam ekosistem energi dan digital yang semakin terintegrasi.

Angka berbicara. Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUPTL) 2025–2034 menargetkan tambahan 69,5 GW kapasitas pembangkit listrik. Dari jumlah itu, 42,6 GW atau 61 persen berasal dari energi baru terbarukan, sementara 10,3 GW atau 15 persen dari sistem penyimpanan energi. Sisanya 16,6 GW dari pembangkit fosil. Target ini menuntut loncatan teknologi dan investasi besar-besaran.

Target 69,5 GW Listrik dan 2.000 MW Data Center, IEE Series 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Strategis.(Doc)
Target 69,5 GW Listrik dan 2.000 MW Data Center, IEE Series 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Strategis.(Doc)

Di sisi lain, kapasitas data center Indonesia mencapai sekitar 370 MW pada 2025. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat angka itu masih jauh dari kebutuhan. Proyeksi menunjukkan kapasitas nasional perlu menembus lebih dari 2.000 MW pada 2029. Kesenjangan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri infrastruktur digital.

Skala IEE Series – Energy Week 2026 mencerminkan besarnya kebutuhan itu. Area pameran mencapai lebih dari 20.000 meter persegi. Sebanyak 451 perusahaan dari 28 negara turut serta. Rangkaian program mencakup 21 sesi seminar dengan 73 pembicara serta dukungan dari 12 asosiasi industri. Ini menjadikannya salah satu ajang industri terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga : IEE Series 2025 Masuki Pekan Kedua, Pamerkan Teknologi Energi Berkelanjutan

Maxmilaan Bruinier, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, menyatakan penyelenggaraan di Jakarta melanjutkan momentum positif. Indonesia Energy Week Surabaya 2026 sebelumnya telah mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara. “Capaian di Surabaya menunjukkan kuatnya kebutuhan industri terhadap platform yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya. Kini, Jakarta memperluas konektivitas itu dalam satu ekosistem.(2/9)

Ketiga pameran menghadirkan perkembangan teknologi dari sektor yang saling berkaitan. Electric & Power Indonesia menampilkan teknologi kelistrikan. The Battery Show Indonesia menghadirkan inovasi baterai dan penyimpanan energi. Sementara Data Center Asia–Indonesia memperlihatkan solusi infrastruktur digital. Bersama-sama, ketiganya menunjukkan bagaimana energi dan digital semakin berperan dalam mendukung operasional berbagai sektor industri.

Perkembangan itu mendorong kebutuhan sistem kelistrikan yang lebih andal dan adaptif. Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) digelar bersamaan pembukaan Electric & Power Indonesia. Arsyadany G. Akmalaputri selaku Ketua Umum PJCI menyatakan, kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis. Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting.

Menurut Arsyadany, energi bukan hanya tentang bagaimana listrik dipasarkan dan disalurkan. Energi adalah tentang bagaimana sebuah bangsa bertumbuh, bagaimana masyarakat mendapatkan kesempatan lebih baik, dan bagaimana pembangunan dirasakan secara merata. Pemerataan itu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak—pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, dan pengguna akhir.

Pandangan itu juga berlaku bagi para peserta pameran. Bagi RMA Indonesia, keterlibatan di Energy Week menjadi momentum memperkenalkan solusi pembangkit listrik untuk berbagai sektor: infrastruktur bangunan, perhotelan, resort, hingga data center. RMA Group memperkenalkan inovasi genset yang sudah dipasarkan secara global, namun baru pertama kali hadir di Indonesia.

Rio Harison Saragih, Development and Technical Support Manager RMA Indonesia, mengaku puas. “Sekarang lebih spesifik dan target pengunjung pun jelas. Animo yang datang memang khusus untuk energi,” ujarnya. Pada hari pertama, pengunjung telah mengerucut kepada energi, genset, kabel, dan lain-lain. “Kita lebih enak untuk memetakan potensi customer,” tambahnya.

Sebelumnya, RMA Indonesia hanya hadir di pameran Mining Indonesia pada rangkaian IEE Series. Kini, bergabung di Energy Week membuka pasar lebih luas. “Kolaborasi berbagai sektor di satu rangkaian pameran seperti IEE Series ini menguntungkan untuk perluasan dan kolaborasi industri yang kami libati,” kata Rio. Perluasan akses pasar menjadi nilai tambah bagi peserta pameran.

Semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi konteks seluruh rangkaian IEE Series tahun ini. Electric & Power Indonesia edisi ke-24 digelar sebagai bagian dari Energy Week. Kali ini, EPI juga diselenggarakan bersama IndoEBTKE ConEx ke-12 dalam rangkaian yang sama. Sinergi ini diharapkan menciptakan peluang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi.

IndoEBTKE ConEx sendiri merupakan forum tahunan yang menghadirkan 6 sesi pleno dan 12 sesi breakout. Forum ini membahas isu kebijakan, teknologi, dan skema pembiayaan energi bersih. Kolaborasi dengan EPI mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi dan solusi yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan di Indonesia.

IEE Series – Energy Week 2026 berlangsung hingga 5 September 2026. Para pelaku industri dan pengunjung profesional dapat melihat langsung perkembangan teknologi, mengikuti diskusi sektoral, serta bertemu dengan berbagai perusahaan dan pemangku kepentingan. Informasi mengenai rangkaian acara dan registrasi pengunjung dapat diakses melalui www.iee-series.com.

Pameran ini bukan sekadar etalase teknologi. Ia adalah ruang pertemuan antara kebijakan dan implementasi, antara kebutuhan dan solusi, antara hari ini dan masa depan energi Indonesia. Di tengah target 69,5 GW pembangkit listrik dan kebutuhan data center yang melonjak, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. IEE Series – Energy Week 2026 hadir untuk membangun jembatan itu.