SinarHarapan.id – Perkembangan coffee culture di Indonesia ikut mengubah cara masyarakat menikmati kopi dan makanan.
Coffee shop kini bukan lagi sekadar tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian untuk bekerja, bertemu, bersosialisasi, hingga menikmati makanan.
Perubahan ini membuka ruang yang semakin besar bagi coffee dan bakery atau pastry untuk berkembang sebagai kategori yang saling melengkapi.
Di saat yang sama, pelaku F&B menghadapi tantangan untuk tetap menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perubahan biaya bahan baku, biaya operasional, dan persaingan yang semakin ketat.
Pertumbuhan bisnis pun tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan penjualan. Pelaku usaha perlu semakin cermat dalam mengelola biaya, menciptakan nilai melalui inovasi, sekaligus melihat peluang untuk meningkatkan nilai dari setiap transaksi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Indomilk FnB Solutions, lini bisnis PT Indolakto, entitas anak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, memperluas gelaran Indomilk Bakepreneur Roadshow: The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing, di Jakarta, dengan menggandeng pihak Jakarta Dessert Week sebagai bagian dari penyelenggaraannya.
Program ini menjadi salah satu langkah Indomilk FnB Solutions dalam memperkuat posisinya sebagai one-stop dairy solutions bagi pelaku F&B, khususnya Coffeepreneur dan Bakepreneur.
Melalui perspektif chef, coffee business, dan bakery business, program ini mengangkat bagaimana bahan baku, inovasi menu, kebutuhan konsumen, hingga pengelolaan biaya dan margin dapat saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Adryan Widodo, General Manager Cold Chain PT Indolakto mengatakan, “Bagi pelaku F&B, mengikuti tren saja tidak cukup. Tantangannya adalah bagaimana tren dapat diterjemahkan menjadi menu yang relevan bagi konsumen, konsisten saat diproduksi, dan tetap memberikan nilai bagi bisnis.
Di tengah tekanan biaya dan persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha perlu semakin cermat dalam menjaga kualitas, mengelola cost, dan terus menciptakan value.”
“Di sinilah Indomilk FnB Solutions ingin hadir sebagai one-stop dairy solutions yang tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga membantu pelaku usaha dari sisi aplikasi, pengembangan menu, hingga menemukan peluang untuk mengoptimalkan cost, menciptakan value, dan mendorong pertumbuhan bisnis,” tambah Adryan.

Menciptakan Value melalui Bahan, Teknik, dan Kreativitas
Salah satu penerapan konsep tersebut diwujudkan melalui Curated Bite-Sized Pastry x Coffee Pairing, yang menggabungkan kreativitas menu dengan pertimbangan bahan, teknik, porsi, presentasi, dan peluang pengembangan bisnis.
Chef Louis Tanuhadi, President Indonesia Pastry and Bakery Society, menilai bahwa value sebuah menu tidak selalu harus diciptakan melalui penggunaan bahan yang lebih mahal.
Pemahaman terhadap karakter bahan, formulasi, teknik pengolahan, rasa, tekstur, ukuran, dan cara penyajian dapat menciptakan pengalaman yang lebih bernilai bagi konsumen.
“Nilai sebuah menu tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi bagaimana kita memahami karakter bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, dan menyajikannya dengan cara yang memberikan value lebih bagi konsumen,” ujar Chef Louis.
Dalam sesi tersebut, Chef Louis mengeksplorasi aplikasi produk Indomilk FnB Solutions, termasuk Australian Butter Baking, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream, melalui kreasi Lemon Raspberry Madeleine, Tiramichoux, dan Quiche Soto Ayam.
Format bite-sized memberikan fleksibilitas dalam portioning, variasi rasa, dan presentasi. Ketika dikombinasikan dengan coffee, konsep tersebut juga dapat dikembangkan melalui pairing, bundling, dan add-on, sehingga membuka peluang bagi bisnis untuk meningkatkan basket size dan nilai transaksi.
Coffee Culture dan Perubahan Kebutuhan Konsumen
Dari sisi coffee business, perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong bisnis untuk terus mengembangkan pengalaman dan pilihan menu.
Angeline Lauwrence, Co-Founder & Head Roaster, .TEMU, mengatakan bahwa coffee shop saat ini memiliki fungsi yang semakin luas. Konsumen datang tidak hanya untuk menikmati coffee, tetapi juga untuk bekerja, bertemu, bersosialisasi, dan menikmati makanan.
“Coffee shop saat ini bukan lagi hanya tempat menikmati kopi. Kebutuhan konsumen semakin beragam, sehingga bisnis juga perlu terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap,” ujar Angeline.
Perjalanan .TEMU dari fokus pada specialty coffee menuju pengalaman café yang lebih lengkap menunjukkan pentingnya bisnis mendengarkan perubahan kebutuhan customer.
Bakery dan pastry dalam konteks ini dapat menjadi complementary category yang memperkaya pengalaman menikmati coffee. Pairing dan bundling tidak hanya memberikan pilihan menu yang lebih lengkap, tetapi juga membuka peluang bagi bisnis untuk meningkatkan basket size dan revenue per customer.
Menjaga Bisnis Tetap Sustainable di Tengah Kompetisi
Sementara itu, dari sisi bakery dan dessert, inovasi perlu tetap mempertimbangkan realitas bisnis, mulai dari cost, margin, konsistensi, hingga kemampuan operasional.
Najla Farid Bisyir, Founder Bittersweet by Najla, mengatakan bahwa bisnis dessert dan bakery menghadapi kompetisi yang semakin tinggi, termasuk munculnya produk serupa dan persaingan harga. Tantangannya adalah bagaimana tetap kompetitif tanpa mengorbankan standar kualitas yang sudah dikenal pelanggan.
“Efisiensi bukan berarti menurunkan standar. Tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara kualitas, cost, konsistensi, dan inovasi agar bisnis tetap kompetitif dan terus berkembang,” ujar Najla.
Menurutnya, cost juga tidak cukup hanya dilihat dari harga bahan baku. Performa, konsistensi, ketersediaan, yield, serta waste menjadi bagian penting dari perhitungan efisiensi secara keseluruhan.
Dalam melihat konsep Bite-Sized Pastry x Coffee Pairing, Najla menilai inovasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan secara komersial selama tetap mempertimbangkan karakter customer, biaya produksi, konsistensi, serta kompleksitas operasional.
Coffee juga dapat memperluas moment of consumption pada bisnis bakery dan dessert, sementara pairing dan bundling dapat menjadi cara untuk menciptakan pilihan baru bagi customer tanpa hanya bergantung pada kompetisi harga.
One-Stop Dairy Solutions untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis
Prita Utami Maheswari, Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto, mengatakan bahwa kolaborasi bersama Chef Louis, .TEMU, dan Bittersweet by Najla menjadi bagian dari komitmen Indomilk FnB Solutions untuk tumbuh bersama mitra bisnis.
“Indomilk FnB Solutions ingin hadir sebagai one-stop solution bagi pelaku F&B, mulai dari produk dan distribusi hingga kolaborasi dan co-creation. Seperti hari ini, kami berkolaborasi dengan Chef Louis serta menghadirkan .TEMU dan Bittersweet by Najla untuk berbagi pengalaman dan real case yang relevan bagi industri F&B,” ujar Prita.
Sebagai one-stop dairy solutions, Indomilk FnB Solutions memiliki portofolio 7 kategori dairy, didukung pengalaman lebih dari 50 tahun, produk bersertifikasi Halal dan standar keamanan pangan, jaringan distribusi nasional untuk dry, chilled, dan frozen, serta dukungan technical application, menu development, dan knowledge sharing.
“Kami ingin membantu mitra bisnis mengoptimalkan cost, menciptakan value, dan membuka peluang pertumbuhan,” tutup Prita.






