SinarHarapan.id-Puluhan warga memadati Gedung BGPP TBU, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandarlampung, Senin (12/10/2026). Mereka datang untuk sosialisasi program Bangga Kencana yang digelar Pemerintah Kota Bandarlampung bersama Komisi IX DPR RI. Kursi yang tersedia nyaris tak cukup menampung antusiasme warga yang hadir sejak pagi.
Turut hadir Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn, Anggota Komisi IX DPR RI; Karnadinata, S.Sos.I., M.M, Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung; Henny Maryuniwati, S.STP, M.M, Plt Kepala Dinas DPPKB Kota Bandar Lampung; serta Camat Teluk Betung Utara Zolahuddin Al Zam Zami. Kehadiran mereka menandai kolaborasi lintas lembaga dalam urusan kependudukan.
Rahmawati membuka dengan apresiasi kepada warga yang menyempatkan hadir. Ia menyebut forum ini sebagai ruang berbagi informasi program Kemendukbangga bersama BKKBN. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan menyerap aspirasi masyarakat setempat. Ia berharap materi Keluarga Berencana yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karnadinata menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana telah bertransformasi seiring perubahan kelembagaan BKKBN menjadi kementerian yang menangani kependudukan. Transformasi itu membuat isu kependudukan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Komisi IX DPR RI yang membidangi persoalan tersebut. Pendekatan pengendalian penduduk pun disesuaikan dengan tantangan terkini.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana. Ia menilai sosialisasi masih dibutuhkan karena program KB belum sepenuhnya dikenal masyarakat. Menurutnya, merencanakan keluarga merupakan pilihan yang keren dan mantap, karena membantu setiap keluarga menyusun kehidupan dengan lebih terukur dan matang sejak awal.
Baca juga :Balai Desa Tanjung Jadi Titik Konsolidasi Pencegahan Stunting Tulungagung
Karnadinata menyinggung angka kelahiran di Indonesia yang masih tinggi, sementara daya tampung wilayah terbatas. Kondisi itu, katanya, turut berkontribusi pada meningkatnya kenakalan remaja, menurunnya etika, dan degradasi moral. Ia menegaskan pengendalian penduduk harus dijalankan melalui program KB dengan pendekatan 3 T yang menjadi acuan pelaksanaan di lapangan.
Henny Maryuniwati menilai keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Dinas DPPKB Kota Bandar Lampung, ujarnya, mensosialisasikan program kerja instansi melalui petugas lapangan yang mendatangi rumah-rumah warga. Kunjungan itu menjadi pintu masuk penyampaian informasi Bangga Kencana secara langsung, sehingga warga memperoleh penjelasan sesuai kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing.
Melalui kunjungan tersebut, petugas akan menjelaskan sejumlah program, di antaranya GENTING, TAMASYA, dan GATI. Ada pula SIDAYA yang menyasar lanjut usia. Henny berharap warga memahami ragam layanan yang tersedia, sehingga program kependudukan tidak berhenti sebagai istilah di atas kertas, tetapi benar-benar terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara berlangsung dialogis, dengan warga menyimak paparan dan menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing. Bagi peserta, forum ini menjadi saluran informasi sekaligus ruang menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Pemerintah kota menegaskan sosialisasi serupa akan terus dilakukan agar program Bangga Kencana menjangkau lebih banyak keluarga di Bandar Lampung.



